WELCOME MY GUEST

Hellow. Dari banyak kisah perjalanan kita, semestinya banyak yang bisa dipungut untuk menjadi catatan pinggir kehidupan. Saatnya untuk membagi kepada semua sahabat sebagai pelajaran hidup. Catatan Pinggir Jalan.....

Sabtu, 18 April 2015

DARKNESS

Lord Byron (George Gordon Byron, Inggris abad ke-19 tahun 1816).


And war, which was a moment was no more, did glut himself again. A meal was bought, with blood, and each state sullenly apart gorging himself in gloom. No love was left.”
( Perang, yang saat ini sudah berhenti, muncul kembali untuk memuaskan diri. Santapan bergelimang darah yang memuaskan muka yang cemberut berkeping-keping. Tak ada rasa yang tersisa )

“I had a dream which was not all a dream.”
(Saya punya mimpi yang tak sepenuhnya mimpi).  

“The bright sun was extinguished, and the stars did wander darkling in the eternal space. Rayless, and pathless, and the icy earth swung blind and blackening in the moonless air. Morn came and went—and came, and brought no day.” 
(Matahari yang terang itu padam, dan bintang-bintang menggelap di angkasa yang abadi. Tanpa cahaya, tanpa jalan, dan Bumi yang beku membuta dan menghitam dalam langit tak berbulan. Pagi datang dan pergi—dan datang lagi, tanpa membawa hari). 

All Earth was but one thought, and that was death. Immediate and inglorious. And the pang of famine fed upon all entrails, men died, and their bones were tombless as their flesh.” 
(Seluruh Bumi cuma punya satu pikiran, dan itu adalah kematian. Tiba-tiba dan begitu hina. Dan kelaparan yang menyapa perut, orang-orang mati, dan tulangnya tak berpusara seperti halnya daging mereka). 

Nb : 
PUISI INI menceritakan dahsyatnya dampak letusan Gunung Tambora Indonesia dua abad lalu di Eropa.  Read More......

Rabu, 03 September 2014

SELAMAT DATANG KAMPUS NEGERI DI TANAH BIMA



Oleh : Muhammad Fahri, SPi. MP**)
* Pemerhati Pendidikan Vokasi
** Staf Pengajar SMKN 1 Bima

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama dalam menggerakkan akselarasi pembangunan sebuah daerah maupun dalam skala nasional. Upaya penggalian keunggulan dan potensi strategis sebuah daerah akan ditentukan oleh taraf kualitas sumberdaya manusia didaerah tersebut. Sehingga, upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia menjadi kemestian dalam memacu perkembangan wilayah kearah yang lebih maju, modern dan sejahtera. Pendidikan menjadi vital ketika tema kemajuan menjadi topik pembahasannya. Pendidikan diharapkan akan melahirkan tenaga-tenaga terampil yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terapan terkait dengan potensi keunggulan yang dimiliki oleh sebuah daerah.

“Tanah Bima” ( merujuk pada naluri kesukuan terdiri dari 3 daerah otonom yaitu Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu ), memiliki potensi unggulan dibidang pertanian, peternakan, budidaya perairan, penangkapan ikan, kehutanan, pertambangan, dan kepariwisataan. Merujuk pada potensi tersebut, masih belum tergarap dengan optimal dikarenakan masih minimnya kualitas sumberdaya manusia yang berkiprah dibidang tersebut. Alhasil, pengelolaan potensi-potensi tersebut masih belum memberikan konstribusi yang maksimal bagi sumber pendapatan di masing-masing daerah tersebut.

Keberadaan lembaga pendidikan tinggi di Tanah Bima meskipun secara kuantitas relatif banyak untuk ukuran sebuah daerah, namun belum ada satupun yang bergerak pada disiplin keilmuan berbasis potensi lokal daerah seperti yang disebutkan diatas. Sebuah realitas yang kontraproduktif jika kita ingin berharap untuk mengoptimalkan potensi wilayah. Kaum muda Bima harus merantau jauh ke daerah lain untuk belajar disiplin keilmuan yang terkait dengan potensi daerahnya. Sebuah usaha yang memerlukan kegigihan tersendiri. Kehadiran lembaga pendidikan tinggi yang berbasis potensi lokal sudah lama menjadi impian masyarakat Bima. Berbagai upaya dari pemerintah daerah telah dilakukan untuk menghadirkan lembaga pendidikan tinggi negeri di Tanah Bima. Ide awal dicetus oleh Almarhum Nur Latif, Walikota Bima saat itu, namun tidak dapat dituntaskan karena sang Walikota dijemput Sang Khalik.

Letak geografis Tanah Bima yang sangat strategis sebagai penghubung antara wilayah Indonesia barat dan timur menjadikan daerah ini memiliki posisi yang vital untuk mendukung upaya pemerataan pembangunan nasional. Dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Tahun 2011-2025, Propinsi NTB dikukuhkan sebagai “Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Ketahanan Pangan Nasional” merupakan tantangan yang harus dijawab dengan kesungguhan. Oleh karenanya, kehadiran lembaga pendidikan tinggi dengan disiplin keilmuan berbasis potensi wilayah menjadi wadah akselarator bagi upaya optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam yang dimiliki.

Pemeritah Kabupaten Bima bekerjasama dengan Universitas Mataram telah melakukan kajian dan usaha yang lebih maju dengan menginisiasi pendirian Pendidikan Vokasi Kejuruan setingkat Diploma 3 dibawah pengelolaan Universitas Mataram untuk Kampus di Bima, lokasi kampus tepatnya di Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Dalam hal ini, Pemeritah Kabupaten Bima telah menyediakan lahan seluas lebih kurang 3 Ha dan direncanakan akan diperluas sampai 10 Ha. Saat ini, Pemkab Bima juga telah menyediakan ruang perkuliahan sebanyak 9 ruangan dan akan terus dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung lainnya. Proses perkuliahan akan dimulai pada Tahun Ajaran baru 2014/2015 ini dengan 3 program studi awal dari 6 yang telah diusulkan yaitu : D3 Produksi Ternak dan kesehatan Hewan, D3 Budidaya Perairan dan D3 Agroindustri.

Berdasarkan studi kelayakan (feasibility study) bahwa sektor unggulan primadona dan dapat memberikan sumbangan cukup besar bagi perekonomian daerah NTB berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah sektor pertambangan, pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Pengembangan sektor unggulan berdampak positif bagi peluang kesempatan kerja bagi masyarakat melalui “employment multiplier effect” sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama diperkirakan indistri garmen, tekstil, mesin, dan produk-produk kimia lainnya akan tumbuh dengan pesat. Terkait dengan perkembangan inilah maka sangat diperlukan kehadiran lembaga pendidikan vokasi yang akan menghasilkan tenaga tenaga terampil sesuai dengan sektor unggulan tersebut.

Data statistik Dikpora Propinsi NTB menunjukkan bahwa jumlah siswa lulusan pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) tahun 2012/2013 tercatat 61.546 orang, sedangkan daya tampung perguruan tinggi negeri/swasta hanya 35 % dari lulusan pendidikan menengah. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi pendirian pendidikan vokasi dalam upaya penyiapan sumberdaya manusia terampil, berkualitas dan menguasai Iptek di daerah ini. Lebih lanjut, gambaran kenyataan bahwa penduduk yang bekerja menurut tingkat pendidikan menunjukan ketidakseimbangan antara lulusan perguruan tinggi (S1) dengan lulusan pendidikan diploma. Terlihat bahwa setiap tahunnya lulusan pendidikan S1 lebih banyak dibanding lulusan diploma. Rasio lulusan S1:D3 sebesar 3:1. Menurut Suhendro (1996), rasio ideal bagi lulusan S1 dengan D3 adalah 1:1. Sehingga, kehadiran pendidikan vokasi diploma ini menjadi penyeimbang bagi kesenjangan rasio lulusan S1 dengan D3.

Cikal Bakal Politeknik Negeri Bima

Pendidikan Vokasi Universitas Mataram Kampus Bima ini, dalam jangka panjangnya, direncanakan akan bermetamorfosis menjadi Kampus Politeknik Negeri Bima (PNB) dan menjadi Kampus Negeri pertama di Tanah Bima. Dengan demikian, akan menjawab kerinduan panjang masyarakat Tanah Bima untuk kehadiran kampus negeri di negeri Dana Mbojo. Sehingga, kehadiran program pendidikan vokasi Universitas Mataram Kampus Bima ini semestinya mendapat dukungan dan partisipasi semua pihak di Tanah Bima guna peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang akan terlibat dalam mengelola sumber daya alam dan potensi daerah yang besar tersebut sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Kedepannya, ruang lingkup cakupan pendidikan vokasi Universitas Mataram Kampus Bima ini akan menjadi wadah pengembangan sumberdaya manusia tidak hanya didaerah Tanah Bima namun dapat diperluas sebagai pusat pendidikan vokasi ternama bagi wilayah Indonesia timur. Masyarakat Propinsi NTT terutama Pulau Flores dan Sumba akan meliriknya mengingat akses yang lebih mudah secara geografis dengan Bima.

Rencana pembentukan Propinsi Pulau Sumbawa (PPS) jika terlaksana dalam waktu dekat juga akan menjadikan program vokasi ini sebagai cikal bakal pendirian kampus negeri di Propinsi baru ini, layaknya Universitas Mataram saat ini bagi Propinsi NTB.

Harapannya, program vokasi Universitas Mataram Kampus Bima ini dapat menjadi katalisator percepatan perkembangan daerah menuju masyarakat yang maju, modern dan sejahtera. Selamat Datang Kampus Negeri Di Tanah Bima. Bagaimana pendapat anda ?


Read More......

Selasa, 11 Juni 2013

Memahami Dunia Sebagai Suaka



Oleh BRIGITTA ISWORO LAKSMI. (Sumber : kompas.com)

Observasi kecil. Kita berjalan mengamati sepanjang lantai di dinding pinggir sebuah pesta perkawinan sesaat setelah acara makan prasmanan berlangsung. Tak pelak, kita akan menemukan bergunung-gunung nasi dengan beragam lauk-pauk teronggok di piring-piring yang (juga) teronggok di lantai. Miris.

Mengonsumsi makanan secara bebas telah menjadi upacara pemenuhan nafsu mengonsumsi yang dipicu dari indra penglihatan dan penciuman. Tamu berdesakan, berlomba mengambil makanan. Sebanyak-banyaknya. Jika makanan yang diambil dimakan habis, mungkin petani dan tukang masak akan tersenyum puas. Lain cerita jika makanan itu dibuang dan bakal menjadi sampah.

Kebanyakan dari kita tidak mampu melihat keterkaitan antara sumber daya alam dan berbagai benda yang kita konsumsi, termasuk makanan. Keterpecahan dalam melihat realitas lingkungan dan ekosistem di balik barang konsumsi tidak berdiri sendiri.

Fritjof Capra dalam The Turning Point secara gamblang menguraikan bagaimana pemikiran Cartesian (Descartes) telah mendorong cara pandang yang mekanistik, yang mengotak-kotakkan realitas dalam kehidupan kita. Integritas dan keseimbangan antara organisme dan lingkungan pun menghilang.

Bersamaan dengan berakhirnya Perang Dunia II yang memiskinkan negara-negara kuat dunia, paradigma pertumbuhan ekonomi dipandang tepat sebagai jalan keluar. Teknologi menjadi sarana meningkatkan produktivitas. Sumber daya alam dibongkar, berbagai benda konsumsi diciptakan menggunakan teknologi. Sementara proses ekologis dan keberlanjutan lingkungan pun hancur.

Keterkaitan

Ketika ide Cartesian mengotak-kotakkan berbagai hal, sebenarnya semua sistem justru dalam keterkaitan satu dengan yang lain. Thomas M Kostigen (You Are Here, 2008) menuturkan hal itu setelah berjalan memutari bola dunia untuk mengalami fakta keterkaitan antarsistem dan antarmakhluk.

Dia melacak jejak kerusakan akibat praktik pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi dengan indikator produk domestik bruto. Saat kerusakan berlangsung masif, respons terhadap kerusakan demikian tidak memadai. Perusakan jauh lebih cepat dibandingkan dengan pemulihan. Penggundulan hutan menggunakan mesin berat berhektar-hektar sehari. Upaya memulihkan hutan membutuhkan puluhan tahun. Ekosistem dan keanekaragaman hayati tidak mungkin dikembalikan pada kondisi awalnya.

Kostigen berjalan dari Jerusalem (Israel), menjelajah ke Mumbai (India), Borneo (Kalimantan, Asia Tenggara), Kota Linfen (China), Shishmaref Village (Alaska), rimba Amazon (Amerika Latin), tempat pembuangan sampah Fresh Kills Landfill (New York, AS), Samudra Pasifik, Great Lakes, Duluth (Minnesota, AS), dan pulang ke kotanya Santa Monica (California, AS). Dia berpikir.

Menjalani keseharian, Kostigen menunjukkan, penghematan energi listrik dapat dilakukan dengan mengubah jam. Dengan memundurkan waktu satu jam, orang akan berada di luar rumah satu jam lebih lama. Dia tidak menyalakan lampu rumah sehingga konsumsi energi—yang sebagian besar masih digerakkan batubara—berkurang.

Saat menyaksikan penggundulan rimba Amazon, Kostigen tersadar akan cara-cara manusia mengonsumsi kertas. Mungkin hanya dalam hitungan menit, kertas kita remas dan kita buang. Sebagai catatan, penggunaan kertas per kapita di AS mencapai 1.400 lembar per minggu. Hal itu berarti sekitar 73.000 lembar setahun, ekuivalen hampir sembilan batang pohon per orang (!). Bisa kita hitung, cara kita mengonsumsi kertas.

”Inter-being”

Barang konsumsi, termasuk makanan, tersedia setelah melalui rantai proses produksi yang panjang dan kompleks. Menurut Sudrijanta SJ, setiap benda adalah inter-being. Setiap benda merepresentasikan keberadaan (benda) lainnya.

Saat kita menyia-nyiakan makanan, itu sama artinya dengan menyia-nyiakan segala sumber daya alam yang turut andil dalam proses produksi makanan itu. Juga sama artinya dengan menyia-nyiakan kerja manusia yang ambil bagian dalam rantai produksi, serta memuat ketidakadilan terhadap makhluk lain yang tidak berkesempatan mendapat makanan.

Menurut catatan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), untuk memproduksi 1 liter susu dibutuhkan 1.000 liter air, dan sekitar 16.000 liter air (sekitar 100 tong minyak tanah) untuk membesarkan sapi sebelum dagingnya tersaji dalam satu buah hamburger. Selain itu, transportasi dalam proses produksi sapi, daging, dan roti mengemisikan gas rumah kaca (GRK) penyebab pemanasan global yang mengakibatkan anomali cuaca dan perubahan iklim.

Fakta lain, produksi makanan secara global menguasai 25 persen lahan yang bisa didiami manusia, membutuhkan 70 persen air bersih, 80 persen deforestasi, dan 30 persen emisi GRK. Proses produksi makanan global menjadi pendorong utama perubahan fungsi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), setiap tahun 1,3 miliar ton makanan terbuang sia-sia. Di sisi lain, setiap hari satu dari tujuh orang di dunia tidur dengan perut lapar, dan lebih dari 20.000 anak-anak balita meninggal akibat kelaparan.

Tahun ini, UNEP menetapkan tema ”Think.Eat.Save World Environment” sebagai peringatan Hari Lingkungan Sedunia pada hari ini. Pertanyaannya, masihkah kita bertahan dengan gaya hidup tak seimbang dan tak adil itu, yang menghancurkan lingkungan hidup? Kita ditantang mengubah gaya kita mengonsumsi makanan. Kita digugah untuk membuat keputusan tepat guna mengurangi jejak karbon. Dunia, lebih dari sekadar korban eksploitasi, adalah suaka kemanusiaan dan kehidupan seperti diungkapkan filosof lingkungan, Henryk Skolimowski.

Read More......

Jumat, 28 Desember 2012

Pendidikan di Pusaran Kerawanan

Oleh   Hafid Abbas *)

Menarik direnungkan apa yang pernah dikemukakan oleh Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi. Bagi Malaysia, kata Badawi, pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia bukan sekadar sesuatu yang mutlak atau sangat vital, melainkan persoalan hidup matinya Malaysia.

Jika Indonesia berpandangan sama, bahwa pendidikan adalah persoalan hidup matinya bangsa ini di masa depan, maka sudah waktunya bangsa ini membenahi pendidikan secara sungguh-sungguh pada semua dimensi persoalan pendidikan. Beberapa waktu lalu (27/11/2012) harian ini melaporkan peringkat pendidikan Indonesia pada urutan terendah di dunia. Berdasarkan tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson, sistem pendidikan Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Tempat pertama dan kedua diraih Finlandia dan Korea Selatan.

Tiga titik rawan

Jika wajah pendidikan kita seperti itu, proses perjalanan peradaban modern bangsa ini ke masa depan akan bergerak di atas pelataran yang amat rapuh. Berikut ini titik-titik rawan itu. Pertama, pada 21 Maret 2011, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR melaporkan, 88,8 persen sekolah di Indonesia, mulai dari SD hingga SMA/SMK, belum melewati mutu standar pelayanan minimal.

Read More......

Senin, 16 Juli 2012

To Manufacturing Hope, Dahlan Iskan

( mendukung ide besar sang menteri BUMN, Dahlan Iskan )
Oleh : Muhammad Fahri, SPi. MP

Profil Sang Menteri

Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur, adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negaramenggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.

Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina. Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikutiBatam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru. Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta.

Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan,gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya. Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.

Gagasan Yang Lahir

Membaca catatan Dahlan Iskan, sepertinya kita menemukan banyak solusi bagi kusutnya masalah BUMN. Cerita BUMN yang terus menabur kabar sedih tentang kerugian yang tak pernah berujung. Ada tengarai, bahwa BUMN adalah lahan tersubur bagi para koruptor besar di negeri ini. Belum lagi, bila badan usaha pelat merah ini berafiliasi dengan partai politik, maka cerita kerugian akan terus bertambah panjang. BUMN telah menjadi pundi besar politisi dan partai politik untuk mengeruk dana pembiayaan bagi siklus dan kelangsungan hidup partainya. Alhasil, menuju 70 Tahun kemerdekaan masih saja BUMN terperosok pada utang dan kerugian.

 Privatisasi BUMN vital telah dilakukan sejak lama, runtuhnya rezim orde baru seakan membuka pandangan bahwa BUMN hendaknya dinobatkan sebagai sumber penggali bagi dana pembangunan demi kemaslahatan umum. Namun, motif mulia itu hanya cerita yang masih maya adanya. Dobrakannya masih lemah dan cerita defisit masih tertera juga.

Memulai kepemimpinan dengan kondisi terbatas, Dahlan Iskan merintis ide-ide baru diluar kebiasaan yang berlaku. Jalan Tol yang diharapkan untuk mengurangi atau mengurai kemacetan kota-kota besar Indonesia malah jadi momok dengan memperpanjang antrian pada pintu-pintu masuknya. Kemacetan kerapkali terjadi hanya karena pelayan pintu tol yang tidak profesional. Berita Dahlan Iskan melabrak petugas pintu tol bahkan membanting kursi loket adalah sejarah yang tidak pernah terjadi di Republik ini. Naluri kepemimpinannya yang terasah dengan segera nmenemukan akar masalah. Antrian dipintu tol hanya boleh 5 mobil saja. Kalau lebih harus segera dipecahkan. Jasa Marga telah diajari dengan sebuah tindakan efektif dan efisien.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga telah dijamah dengan mengurangi sifatnya yang byar pett (sering mati kekurangan daya). Dimasa kepemimpinannya sebagai dirut banyak hal yang realisasikan. Akar masalahnya dicermati seksama. Pembangkit dengan berbagai kapasitas terpasang. Meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif seperti batubara, air, panas bumi, tenga surya telah membawa dampak dengan berkurangnya pemadaman secara signifikan. Tangan dingin Dahlan, telah mengisyaratkan upaya pemasangan sejuta pelanggan dalam sehari guna memenuhi menumpuknya antrian pelanggan baru yang membutuhakan energi listrik. Tetesan airmatanya meluap ketika kerjanya di PLN dialihkan ke menteri BUMN karena merasa kerjanya belum tuntas.

Sakit hati Dahlan kian berkecamuk saat mendengar negeri maritim ini masih mengimpor garam untuk menutupi stok garam nasional per tahunnya. Merasa tidak pantas, negeri yang lautnya meluap dan lahan pantainya yang luas sebagai modal pengadaan garam melimpah masih dikerumuni hal yang aneh, kekurangan garam. Tahun ini, Dahlan mencetuskan PT Garam yang tujuannya meningkatkan produksi garam nasional secara besar-besaran. Daerah NTT tepatnya di Sumba segera dibuka 70 ribu HA lahan baru dengan kondisi siap garap untuk garam yang lebih baik secara kualitas dan jumlahnya. Targetnya, Tahun ini kita bisa memenuhi kebutuhan garam nasional bahkan mengekspornya sebagai sumber devisa baru.

Masih disekitar Sumba NTT, juga akan dibangun lahan peternakan (ranch) sekala besar untuk mengantisipasi stok daging nasional. Masalah kekurangan daging selalu saja menghantui negeri ini disetiap agenda rutinnya, hari raya. Masalah mendasar di bidang peternakan adalah bibit pejantan yang kurang bermutu sehingga induk betinanya tidak bisa menghasilkan bibit unggul. Perkawinan sapi lokal terjadi antar sesamanya sehingga bibit yang dihasilkan kian waktu semakin mengecil dan tidak bisa menghasilkan kualitas daging yang memadai. Menghindari perkawian incest (sedarah) adalah solusi yang ditawarkannya.

Yang tak kalah serunya manajemen Dahlan terhadap penguatan stok gula nasional. Pabrik gula peninggalan Belanda yang telah berumur mendapat sentuhannya. Pabrik gula menjadi penentu kualitas gula yang dihasilkan. Sentuhan kecil perbaikan kondisi pabrik akan mengurangi masalah produksi. Secara prinsip, Dahlan mengemukan bahwa gula bukan hanya diproduksi di pabrik tetapi di perkebunan itu sendiri. Kualitas tebu menjadi faktor utama yang menentukan ketersediaan gula kita. Tebu berkualitas akan menyediakan rendemen yang baik. Rendemen yang baik akan meningkatkan kualitas gula baik kualitas maupun kuantitasnya. Manajemen penanaman tebu memegang kendali dalam carut marut masalah pergulaan nasional.

 Perusahaan penerbangan nasional Garuda Indonesian Airways juga telah menunjukkan kerja yang semakin meningkat. Terbukti, dalam tahun terakhir maskapai ini telah mengalami peningkatan peringkatnya sebagai maskapai terbaik di asia mengalahkan MAS malaysia ataupu Thai Airways. Hanya Singapore Airlines yang masih belum bisa ditaklukkan.

 BatanTek, sebuah BUMN berbasis teknologi nuklir justru mengalami perkembangan pesat dengan menghasilkan radioisotop nuklir rendah yang sangat vital perannya dalam dunia medis. Sebuah inovasi yang mumpuni ditengah kalutnya kondisi BATANTEK yang tidak bisa mandiri dan sulit menghasilkan reaktor nuklir untuk listrik sekalipun. Alhasil, Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam penyediaan isotop nuklir demi kepentingan dunia kesehatan.

Program unik lainnya adalah Empat Putra Petir. Proyek ini sungguh luar biasa, dimana empat putra terbaik negeri diharuskan untuk menghadirkan moda transportasi berbasis listrik. Mobil Listrik Nasional. Perkembangan terakhir program ini dalam fase uji coba penggunaan mobil tersebut. Kemarin. Dahlan telah mencobanya mengendarai mobnas listrik tersebut rute Depok- Kantor BPPT meskipun mobnas harapan itu masih ngambek akibat kekuatan daya baterei listriknya belum sempurna. Jika progam ini sukses maka misi kita untuk melepas ketergantungan pada BBM akan semakin ringan. Makin banyak solusi yang ditemukan oleh Dahlan dalam memimpin perusahaan negara (BUMN) untuk kembali membawa kejayaan dan keharuman negeri ini. Semoga beliau diberi umur panjang dan dijaga agar tetap istiqomah mengemban amanat demi kehidupan negara besar ini. Selamat dan salut buat seorang menteri yang sahaja, Dahlan Iskan. Bagaimana menurut anda ??? (fahrinotes)
Read More......

Senin, 14 November 2011

Tujuh Keajaiban Alam Terbaru ( New 7 Wonders of Nature ).

Hasil pemilihan suara terbanyak untuk menentukan tujuh keajaiban alam dunia yang baru telah memiliki hasil akhirnya pada Jumat 11 November 2011 kemarin. Masyarakat Indonesia pun turut bangga, karena salah satu dari tujuh lokasi terpilih adalah Taman Nasional Komodo, yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sebagaimana dilansir CNNGo, pada Senin (14/11/2011), yayasan New 7 Wonders of Nature yang didirikan pada tahun 2007 mengadakan pemilihan ini untuk meningkatkan perhatian masyarakat dunia akan adanya situs-situs paling cantik yang ada di dunia ini. Dengan menggunakan kriteria seperti kecantikan dan keunikan alam, signifikansi ekologi, dan warisan sejarah, jutaan pemilih mengambil bagian dalam pemilihan ini. Berkantor di Museum Heidi-Weber, Zurich, Swiss, yayasan New 7 Wonders didirikan oleh seorang warga Kanada yang lahir di Swiss, Bernard Weber. Weber sendiri merupakan seorang pembuat film dan penulis. Dengan tidak berpengaruh pada urutan angka, berikut inilah tujuh situs tercantik dunia yang berhasil memenangkan pemilihan suara di ajang New 7 Wonders of Nature:
1. Sunga1 Amazon USA. Sungai Amazon (Dalam bahasa Spanyol : Río Amazonas, dalam bahasa Portugis : Rio Amazonas) adalah sungai di Amerika Selatan yang merupakan sungai terpanjang kedua di dunia (Sungai Nil di Afrika merupakan yang terpanjang). Sungai Amazon memiliki total aliran terbesar dari sungai manapun, membawa lebih dari Sungao Missisippi, Nil dan Yangtze digabungkan. Amazon juga memiliki sistem peraliran terbesar dari seluruh sistem sungai. Meskipun Nil sungai terpanjang, namun Amazon bisa dianggap "Terkuat" (dilihat dari jumlah air yang mengalir per detik). Jumlah air tawar yang dilepas ke Samudra Atlantik sangat besar : 184.000 m³ per detik (6,5 juta kaki³) di musim hujan. Aliran Amazon merupakan seperlima dari jumlah seluruh air tawar yang masuk ke laut di seluruh dunia. Air di laut dekat sungai ini memiliki kadar garam yang rendah sampai beratus mil jauhnya. Sungai utamanya (Biasanya memiliki lebar satm (2.300 mil) dari laut. Kapal sungai kecil dapat mencapai 780 km (486 mil) lebih jauh sampai Achual Point. Lewat dari sana, hanya perahu kecil yang dapat naik sampai Pongo de Manseriche, di atas Achual Point. Sungai ini mengambil air dari koordinat 5° LU sampai 20° LS. Sumber paling jauh ditemukan di dataran tinggi inter - Andes, jarak yang cukup dekat dengan Samudra Pasifik dan setelah menempuh jarak 7.200 km (4.800 mil) melalui pedalaman Peru dan melewati Brasil, ia masuu sampai enam mil) dapat dilalui untuk kapal uap samudra besar sampai Manaus, hampir 800 mil ke hulu sungai dari mulutnya. Kapal laut yang lebih kecil dengan berat 3.000 ton dan 5,5 m (18 kaki) dapat mencapai sejauh Iquitos, 3.700 kk Samudra Atlantik di Katulistiwa. 2. Taman Nasional Puerto Princesa Pilipina Taman Nasional Sungai bawah tanah Puerto Princesa berlokasi sekitar 50 km sebelah utara dari kota Puerto Princesa, Palawan, Filipina. Bentang alam ini memiliki pegunungan kapur dengan 8,2 km sungai bawah tanah yang dapat dilayari. Sebuah ciri khusus dari sungai adalah ia berkelok dalam gua sebelum mengalir langsung ke Laut Cina Selatan. Ini termasuk formasi utama stalaktit dan stalagmit, dan beberapa ruang besar. Bagian bawah sungai terpengaruh pasang surut. Sungai bawah tanah ini terkenal sebagai yang terpanjang di dunia. Di mulut gua, laguna bening dibingkai oleh pohon-pohon purba yang tumbuh tepat di tepi air. Monyet, biawak besar, dan tupai menjadikan ceruk di pantai dekat gua sebagai tempat tinggalnya. 3. Table Mountain Afrika Selatan Table Mountain merupakan ikon Afrika Selatan dan satu-satunya situs alami di planet ini untuk memiliki konstelasi bintang yang diberi nama yang sama - Mensa, yang berarti “meja”. Gunung berpuncak datar ini telah bertahan enam juta tahun erosi dan merupakan tempat tinggal kerajaan flora kecil tapi terkaya dengan lebih dari 1.470 spesies bunga. Gunung Meja memiliki sejumlah besar spesies langka dan terancam punah. Ini adalah situs yang paling dikenal di Cape Town, pintu gerbang Afrika, karena puncak datarnya yang unik dan mencapai 1.086 m dpl. 4. Ha Long Bay, Vietnam Terletak di Teluk Tonkin Vietnam, Ha Long Bay ditandai dengan titik-titik dari 1.600 pulau dan pulau batu kapur. Bebatuan yang curam dan hutan yang lebat membantu pulau-pulau tersebut terlindungi dari ulah-ulah nakal manusia. Di sana pun banyak terdapat gua-gua dan gua misterius, hasil dari 500 juta tahun pembentukan dan erosi. Halong Bay, di pulau-pulau itu terdapat 435 jenis tanaman, 22 spesies hewan laut, dan 76 spesies burung. Selain itu terdapat 28 varietas mangrove, 315 spesies ikan, serta 545 spesies hewan invertebrate dan 234 jenis koral. ”Halong Bay adalah lukisan alam yang indah,” 5. Pulau Jeju, Korea Selatan Terbentuk dari erupsi vulkanik dua juta yang lalu, Pulau Jeju yang terletak di Korea Selatan adalah sebuah tambang emas bagi penggemar alam dan sejarah. Pulau Jeju dikenal baik dengan gua misterius, terowongan lahar, pantai, kuil, air terjun dan lebih dari 20 taman nasional yang ada di sana. Pulau Jeju, juga dikenal sebagai “Pulau Dewata” adalah tempat liburan yang populer bagi kebanyakan orang Korea dan Jepang. Tempat ini merupakan salah satu tujuan utama bagi pengantin baru yang mau berbulan madu di Korea. Dengan adanya batu vulkanik, hujan yang sering turun dan iklim sedang, membuat pulau ini sangat mirip dengan Kepulauan Hawaii di Amerika Serikat. Pulau ini menawarkan wisatawan berbagai kegiatan, seperti hiking pada Halla-san (puncak tertinggi di Korea Selatan), bersepeda, melihat matahari terbit dan matahari terbenam di atas lautan, melihat air terjun yang megah, menunggang kuda, atau berjemur di pantai berpasir. Selain itu di pulau ini juga terdapat banyak tempat wisata lain yang mengasyikan. 6. Air Terjun Iguazú, Brazil/Argentina Air terjun Iguazu merupakan tumpahan air dari sungai Iguazú yang meluncur dari ketinggian 82 meter dengan bentang tumpahan air selebar 2,7 kilometer dari atas dataran tinggi Parana. Air terjun tersebut dapat diakses dari Brazil, Argentina dan Paraguay. Tumbukan karang, kupu-kupu, burung toucan dan burung kolibri adalah fitur-fitur di area tersebut. 7. Taman Nasional Komodo Indonesia Taman Nasional Komodo adalah sebuah taman nasional di Indonesia terletak di Kepulauan Sunda Kecil. Taman mencakup tiga pulau utama Komodo, Padar dan Rincah, dan 26 yang lebih kecil. Taman ini awalnya didirikan untuk melestarikan Komodo Naga yang unik, kadal terbesar di dunia. Sejak itu tujuan konservasi diperluas untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat. Komodo adalah reptil hidup terbesar dan bisa mencapai 3 meter atau lebih panjangnya dan beratnya lebih dari 70 kg. Karena ukuran mereka, kadal ini mendominasi ekosistem pulau di mana mereka tinggal. Meskipun Komodo kebanyakan makan bangkai hewan yang mati, mereka adalah predator tangguh dan juga akan berburu mangsa termasuk burung, dan mamalia. Read More......

Senin, 07 November 2011

ASEAN dan Logika Terbalik Fungsionalisme


*Asrudin

“Empat atau lima dekade lalu, Asia Tenggara dirobek-robek oleh perang, konflik, perpecahan, dan sikap saling percaya. Kini Asia Tenggara diliputi perdamaian di antara negara-negara di kawasan tersebut. Kerja sama dan kemakmuran tersebar di seluruh kawasan ini”.

Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat membuka Konferensi Internasional ketujuh Overseas Private Investment Corporation (OPIC) di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Rabu (4/5/2011) yang dihadiri para investor, lembaga keuangan, pebisnis, dan pejabat-pejabat pemerintah terkait. Konfrensi tersebut mengambil tema 'Akses Menuju Peluang di Asia Tenggara' atau Access to Opportunity in Southeast Asia.

Apa yang dikatakan SBY pada konfrensi tersebut merujuk pada salah satu gagasan yang cukup dikenal dalam literatur ilmu hubungan internasional, yaitu fungsionalisme. Fungsionalisme adalah konsepsi menyangkut kerjasama dalam satu kawasan yang sifatnya non-politis. Reward dari gagasan fungsional itu adalah kerja sama dan kemakmuran karena tercipta saling ketergantungan (interdependensi) ekonomi antar negara-negara di kawasan.

Tulisan singkat ini ingin menunjukkan logika terbalik fungsionalisme dari perkataan SBY. Yang jika mengikuti editorial Japan Times dua tahun lalu (5 Maret 2009) mengenai KTT ASEAN di Hua Hin, Thailand, apa yang dikatakan SBY itu sesungguhnya menutupi kenyataan berikut: ”the new ASEAN looks a lot like the old one: united more in word than reality”.

Logika Fungsionalisme

Secara konsepsional fungsionalisme adalah proses kerja sama sektor per sektor yang sifatnya nonpolitis (ekonomi, sosial, dan budaya). Tujuan dari kerja sama itu adalah untuk menciptakan stabilitas kawasan yang lebih kooperatif ketimbang konfliktual. Dalam kerangka kerja sama yang seperti ini, pendekatan fungsional dipercaya akan mampu untuk mengintegrasikan negara-negara yang tergabung dalam satu kawasan tertentu karena sifatnya yang saling menguntungkan satu-sama-lain.

Dengan kata lain, pola kerja sama fungsional akan memicu para pemerintah nasional dari masing-masing negara untuk terlibat didalamnya karena badan-badan yang bersifat non-politis ini dipercaya akan menguntungkan secara timbal balik (resiprokal) dan ini sesuai dengan kepentingan nasional.

Jika pola kerja sama fungsional ini telah berjalan sesuai harapan, maka kondisi interdependensi akan terwujud. Dan disinilah saat dimana kerja sama antarnegara semakin padu dan terintegrasi. Menurut Ernest B. Haas, kerja sama fungsional yang berhasil akan menciptakan apa yang disebutnya sebagai efek Spillover (efek pelimpahan atau pelebaran sayap), atau apa yang oleh David Mitrany namakan sebagai Doctrine of Ramification (Doktrin Percabangan).

Kerja sama baja dan batubara atau ECSC (European Coal and Steel Community) yang dilakukan oleh Masyarakat Ekonomi Eropa (Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Belgia, dan Luxemburg) pada tahun 1951 adalah contoh paling tepat untuk menggambarkan efek Spillover ini. Jika kerja sama baja dan batubara berhasil menciptakan keuntungan, hal itu kemudian akan mendorong pihak lain untuk membentuk kerja sama baru di sektor-sektor tambahan seperti perbaikan transportasi, undang-undang perburuhan atau pengendalian lingkungan. Menyebarnya kegiatan ini ke berbagai sektor diasumsikan akan mempererat kerja sama yang pada akhirnya mendorong pada unifikasi politik.

Maksudnya adalah unifikasi politik hanya dapat diciptakan melalui kerjasama-kerjasama yang sifatnya low-politics. Atau dengan kata lain, untuk dapat melakukan kerja sama di bidang keamanan dapat dimulai melalui kerja sama dalam bentuk pasar bersama, ekspor-impor, kerja sama saling tukar ahli teknologi, pemeliharaan lingkungan hidup, dan sebagainya. Ini merupakan pandangan optimis dari para penganut fungsionalis bahwa perdamaian dapat dibangun melalui per bidang kerja sama (peace by pieces formula). Artinya saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya akan memiliki dampak yang menstabilkan hubungan antar negara di kawasan (Ambarwati, 2009).

Praktis di era ini, Eropa nyaris absen dalam perang antarnegara Eropa dan bahkan justru membawa kawasan tersebut pada kerja sama yang lebih meluas. Sejak keberhasilan ECSC pada tahun 1951, kerja sama Eropa terus melebar hingga tahun 1957 melalui perjanjian Roma. Keenam negara tersebut (Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan Luxemburg) menambah lagi dua organisasi baru, yaitu EEC (European Economic Community) dan Euratom (European Atomic Energy Community). Ketiga organisasi ini, ECSC, EEC, dan Euratom, kemudian digabung menjadi satu wadah tunggal yang kemudian dikenal sebagai EC (European Community).

Dengan perjanjian Maastrich yang ditandatangani pada 7 Februari 1992, nama EC akhirnya diubah menjadi EU (European Union). Dan tiga tahun kemudian (1995), keanggotaan EU sudah mencapai 15 negara dan terus berkembang menjadi 25 negara pada tahun 2005 dan 27 negara pada tahun 2009 di mana penambahan negara juga meliputi wilayah negara-negara bekas Eropa Timur. Itu berarti, kerja sama fungsional dapat menjadi obat penawar paling ampuh bagi Eropa untuk lebih mempererat dan memperluas integrasi, meningkatkan kemakmuran dan menciptakan perdamaian di kawasan.

Dengan mengambil contoh keberhasilan EU dalam hal integrasi dengan kerja sama fungsionalnya adalah wajar bila Presiden SBY mengatakan bahwa EU merupakan rujukan bagi ASEAN dalam hal integrasi ekonomi karena EU memiliki pengalaman panjang dalam hal integrasi ekonomi dan pembentukan komunitas.

Kasus ASEAN

Dengan keberhasilan EU dalam hal integrasi, lalu bagaimana dengan ASEAN sendiri. Apakah dengan mengadopsi cara-cara EU dengan kerja sama fungsionalnya lantas secara otomatis akan membawa ASEAN pada kemakmuran dan kerja sama yang padu di kawasan seperti apa yang telah disinggung oleh Presiden SBY di atas.

Jawabannya tentu tidak. Mengapa? Karena ASEAN sebagai sebuah organisasi regional negara-negara Asia Tenggara dinilai tidak mampu memberikan surplus ekonomi bagi negara anggotanya. ASEAN juga dinilai gagal menunjukkan perannya sebagai wadah pemersatu negara anggota atau keengganan negara anggota untuk menjadikan ASEAN sebagai wadah untuk mempersatukan mereka.

Dalam hal perdagangan ASEAN-China misalnya, ASEAN dinilai gagal dalam memberikan surplus ekonomi bagi para anggotanya. Sejak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement) diberlakukan pada 1 Januari 2010, ASEAN mengalami kerugian yang besar bagi negara-negara anggotanya. Surplus perdagangan justru diperoleh pihak China.

Di Indonesia sendiri, ACFTA telah menurunkan produksi industri nasional sampai 50% karena kalahnya persaingan, khususnya pada produk usaha kecil dan menengah, di pasar dalam negeri.

Akibatnya adalah sektor industri terpaksa memangkas jumlah tenaga kerja hingga 20%. Padahal pertambahan angkatan kerja baru mencapai 2 juta per tahun. Itu berarti jumlah pengangguran terus meningkat dari 8,9 juta pada tahun 2009 menjadi 9,2 juta orang pada tahun ini (2011). Begitupula dalam hal neraca perdagangan Indonesia terus menurun. Sebagai contoh, jika pada tahun 2006 Indonesia masih menikmati surplus US$39.7 miliar dari perdagangan, tahun ini Indonesia hanya mendapatkan keuntungan sebesar US$22.1 miliar. Tergerusnya surplus perdagangan itu, disebabkan oleh kian timpangnya neraca ekspor-impor Indonesia dan China. Pada tahun 2000-2007 neraca perdagangan Indonesia-China masih seimbang, tapi lambat-laun Indonesia malah mengalami defisit. Pada tahun 2010 saja, defisit perdagangan Indonesia dengan China sudah mencapai US$7 miliar. Data itu menunjukkan begitu derasnya arus barang dan jasa dari China yang masuk ke Indonesia, mulai dari remeh-temeh seperti peniti hingga barang yang sesungguhnya sudah banyak di negeri ini (Editorial MI, Jumat 29 April 2011).

Tidak hanya Indonesia, Vietnam juga dikabarkan mengalami kerugian besar secara ekonomi akibat membanjirnya produk-produk dari China. Diperkirakan 90 persen defisit perdagangan Vietnam berasal dari perdagangan yang timpang dengan China. Menurut Anh Le Tran, analis ekonomi dari Institut Teknologi Massachusetts, kekhawatiran membanjirnya produk China telah membuat industri domestik Vietnam terpukul.

Tidak solidnya ASEAN dalam hal perdagangan dengan China yang merugikan juga tampak dalam persilisihan antar negara anggotanya sendiri. Contoh baik mengenai hal ini adalah kasus konflik Thailand-Kamboja dalam mempersengketakan Kuil Preah Vihear di perbatasan kedua negara yang telah memakan korban bagi prajurit kedua pihak. Kasus ini menunjukkan bahwa konflik antara Thailand dan Kamboja telah menodai prinsip dasar dari Bali Concord II dan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang menolak segala bentuk penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan konflik antar sesama anggota ASEAN.

Begitupula dengan kasus Indonesia-Malaysia. Ketegangan yang sering muncul diperbatasan laut mereka telah menciptakan sentimen nasionalisme bagi kedua pihak. Akibatnya adalah rasa benci dari masing-masing warga negara telah menimbulkan rasa permusuhan yang semakin mendalam: warga negara Malaysia menyebut warga negara Indonesia sebagai ‘Indon’ dan warga nagara Indonesia menyebut warga negara Malaysia sebagai ‘Malingsia’.

Dapat dikatakan, hampir setiap negara anggota ASEAN menghadapi konflik perbatasan: Malaysia dengan Thailand, Myanmar dengan Thailand, Laos dengan Vietnam, Indonesia dengan Malaysia, Thailand dengan Kamboja, dan tidak padunya suara ASEAN dalam mengahadapi sengketa Laut Cina Selatan.

Semua fakta ini (konflik perbatasan antarnegara anggota ASEAN dan defisit perdagangan akibat ACFTA) menunjukkan tidak adanya efek Spillover dalam hal integrasi di ASEAN, melainkan efek Spillaround, yakni terjadinya stagnasi dalam kerja sama regional di ASEAN, yang menuju kepada suatu keadaan yang menghalangi terjadinya proses penyatuan regional di ASEAN. Jika kondisi ini dibiarkan terus terjadi, jangan berharap pencapaian komunitas ASEAN 2015 akan terwujud.

Karena itu saya menyebut apa yang dikatakan oleh Presiden SBY tentang ASEAN di atas sebagai logika terbalik fungsionalisme: ‘united more in word than reality’.

Asrudin
Penulis adalah analis media sosial di Lingkaran Survei Indonesia Network (LSI Network)

Read More......

Kejujuran Abudzar



Fahry**

Di zaman Rasulullah, seorang pemuda bernama Abudzar bin Ghifar pulang dari Madinah menuju Yaman mengendarai onta. Letih berjalan, Abudzar berhenti untuk melepas lelah, sementara itu ontanya diikat di pohon.

Tetapi, ontanya yang kelaparan masuk ke kebun milik orang lain dan melahap apa yang ada. Pemilik kebun marah, sang onta dibunuh.
Begitu Abudzar terbangun, dia terkejut ontanya sudah tewas. Dia lalu membunuh si pemilik kebun karena marah. Abudzar lalu ditangkap. Di negara Arab berlaku hukum qishash --jika seseorang membunuh, maka dia juga harus dihukum pancung.


Sebelum menjatuhkan vonis, hakim memberikan kesempatan kepada Abudzar untuk menyampaikan sesuatu. Dia lalu meminta majelis hakim mengizinkannya menemui anak dan istrinya karena mereka belum tahu dia bakal dihukum mati.

Tetapi, hakim menolak karena khawatir Abudzar kabur. Walaupun Abudzar berusaha meyakinkan, tetapi majelis hakim tetap menolak. Dari sekian banyak orang yang menyaksikan proses persidangan, tampillah seorang pemuda mendekati majelis hakim. ''Tuan Hakim yang mulia, kalau boleh hamba mengusulkan agar membiarkan pemuda ini menemui anak dan istrinya dan hamba bersedia jadi jaminannya. Kalau dia tidak kembali, hamba bersedia dipancung,'' katanya tegas.

Orang yang melihat ketegasan pemuda ini bersipandang satu sama lain. Mereka heran dengan kenekatan laki-laki ini, berani menjamin seseorang yang bisa jadi belum dikenalnya. Akhirnya, dengan pertimbangan perikemanusiaan, hakim mengizinkan Abudzar menemui keluarganya.

Mendekati jam hukum pancung yang ditentukan, Abudzar ternyata belum kembali. Masyarakat yang menyaksikan proses pengadilan itu khawatir jika Abudzar tidak kembali, maka pemuda yang memberi jaminan inilah yang akan dihukum pancung. Tapi, Abudzar terkenal sebagai Muslim yang beriman dan menepati janji. Dari jauh terlihat ia berlari-lari menuju tempat pelaksanaan hukuman pancung.

Apa yang terjadi kemudian sungguh di luar perkiraan. Melihat kejujuran Abudzar, majelis hakim punya pertimbangan lain. Mereka membebaskan lelaki jujur itu, juga otomatis melepaskan lelaki penjamin itu dari hukuman maut yang menunggunya.

Kini, di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini, banyak orang terlibat masalah hukum, tetapi justru berupaya sekuat tenaga lepas dari tanggung jawab. Mereka lupa Tuhan Maha melihat lagi Maha adil.
Read More......

Cinta dan Pengorbanan


* Fahry Bimantara

Katakanlah, ''Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga-keluarga kalian, harta yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan, rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.'' Allah tidak memberikan petunjuk pada orang-orang yang fasik.'' (QS At-Taubah: 24)

Manusia dilahirkan untuk beribadah kepada Allah. Setiap aktivitas kehidupan yang dijalani manusia: tarikan nafas, tidur, minum, makan, shalat, berjalan duduk, dan sebagainya itu akan dimintai pertanggungan jawab di hadapan Allah kelak. Selain itu sebagai bagian dari anggota masyarakat dan negara, dia juga akan dimintai pertanggungjawaban atas kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.

Allah memperindah kehidupan manusia dengan potensi hidup berupa naluri kecenderungan mencintai sesuatu. Suatu hal yang fitrah apabila kemudian manusia mempunyai kecenderungan mencintai keluarga, istri, harta, dan kesenangan duniawi lainnya. Dengan nalurinya itu, manusia dapat meraih kedudukan mulia atau hina laksana hewan yang bergantung pada cara pemenuhan kebutuhan dan prioritas hidupnya. Bagi seorang muslim, cara pemenuhan potensi tersebut diatur oleh seperangkat aturan Allah yang termaktub dalam Alquran, Sunah, Ijma, dan Qiyas. Pelaksanaan aktivitas berlandaskan aturan itu akan menempatkannya pada kedudukan yang mulia.

Pada ayat tersebut di atas, Allah memerintahkan orang-orang muslim untuk meletakkan cinta kepada Allah, Rasulullah, dan jihad fisabilillah di atas semua cinta yang ada. Cinta mulia tersebut terwujud dalam perjuangan untuk menolong agama Allah dengan pengorbanan jiwa, raga, dan harta agar Islam kembali bersinar memenuhi segenap alam, diterapkan, dan dianut setiap manusia.

Pengorbanan sahabat Rasul yang terkenal, yaitu Mush'ab bin Umair dapat diajadikan contoh. Pemuda berasal dari keluarga bangsawan, berpenampilan menarik, dan hidup dalam kegelimangan harta. Namun, tatkala cahaya Islam telah terpatri dalam jiwanya, semua kesenangan duniawi itu dikorbankan demi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dikisahkan pula ketika Mush'ab bin Umair syahid, beliau tidak memiliki kain kafan yang cukup. Apabila kafan ditarik ke atas maka kaki akan terlihat dan bila ditarik ke bawah wajah beliau terbuka. Akhirnya kaki beliau ditutupi dengan rumput-rumput kering.

Contoh lainnya, seorang pedagang yang tidak akan melakukan aktivitas di pagi hari sebelum menatap wajah Rasulullah walau barang sebentar. Setiap hari laki-laki itu selalu mengintip dari sebuah dinding dekat jalan yang dilalui Rasul bila beliau keluar dari rumah. Sampai akhirnya pada suatu hari pedagang tersebut meninggal, orang-orang membicarakannya bahwa dia memiliki suatu cacat dalam akhlaknya. Namun, Rasulullah bersabda, ''Pedagang tadi telah diampuni oleh Allah karena rasa cintanya yang besar terhadapku.''

Para sababat zaman dahulu akan mudah menunjukkan besarnya cinta kepada Rasullulah karena mereka dalam keseharianya bergaul, bercakap-cakap, dan merasakan langsung keberadaan Rasul di sisi mereka. Setiap kesalahan sahabat dapat dikoreksi langsung agar tetap dalam rel-rel Islam. Selain itu, Rasul sebagai pelindung mereka tatkala orang-orang kafir menyiksa mereka. Cukuplah Rasul berdoa maka pertolongan Allah akan segera datang.
Ini berbeda dengan kehidupan sekarang. Namun, Nabi Muhammad menyatakan seorang muslim setelah masa Rasul dapat menyamai pahala 50 sahabat Nabi bila teguh memegang tali agama Allah.

Ramadhan merupakan kesempatan yang tepat untuk menghidupkan kembali sunah Rasul. Marilah kita tingkatkan kesatuan umat, hilangkan kebencian dan dendam karena betapa sesungguhnya cinta dan pengorbanan itu adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Yang demikian itu membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.
Read More......

Kamis, 20 Januari 2011

Kegigihan

Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.

Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, "Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa- apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar."

Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita.
Sehingga tak menutup kemungkinan kitapun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia.

Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa.

Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya.

Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya.
Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat.

Kemudian kita juga akan melihat disana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. "Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apapun," terang Abraham Lincoln.

Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan, "Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan." Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan.

Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, "Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal." Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai.

Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan, "Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain."

Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis.
Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.

Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang.

Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.

Sumber: Kegigihan oleh andre Ho

"Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don't quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah."
Conrad Hilton

Read More......
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya

elfahrybimantara*  Aktifitas mengajar disiplin bidang kelautan dan perikanan. Konsern dengan dunia kelautan dan perikanan. Senang dengan wisata bahari. Mengabdi di Pemkab Bima NTB. Pendidikan Magister Perikanan di Universitas Brawijaya Malang (strata 2) pada bidang bioteknology perikanan. Mari bertukar informasi. Salam Sahabat Blogger.

My Friend Follow Me

Label

Musisi Cilik

Musisi Cilik
Hidup Seperti Musik Bukan Aturan

AL QUR'AN SPYRITE :

MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN ? (QS. Arrahman:31) (diulang sebanyak 31 kali).
Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates