WELCOME MY GUEST

Hellow. Dari banyak kisah perjalanan kita, semestinya banyak yang bisa dipungut untuk menjadi catatan pinggir kehidupan. Saatnya untuk membagi kepada semua sahabat sebagai pelajaran hidup. Catatan Pinggir Jalan.....

Senin, 14 November 2011

Tujuh Keajaiban Alam Terbaru ( New 7 Wonders of Nature ).

Hasil pemilihan suara terbanyak untuk menentukan tujuh keajaiban alam dunia yang baru telah memiliki hasil akhirnya pada Jumat 11 November 2011 kemarin. Masyarakat Indonesia pun turut bangga, karena salah satu dari tujuh lokasi terpilih adalah Taman Nasional Komodo, yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sebagaimana dilansir CNNGo, pada Senin (14/11/2011), yayasan New 7 Wonders of Nature yang didirikan pada tahun 2007 mengadakan pemilihan ini untuk meningkatkan perhatian masyarakat dunia akan adanya situs-situs paling cantik yang ada di dunia ini. Dengan menggunakan kriteria seperti kecantikan dan keunikan alam, signifikansi ekologi, dan warisan sejarah, jutaan pemilih mengambil bagian dalam pemilihan ini. Berkantor di Museum Heidi-Weber, Zurich, Swiss, yayasan New 7 Wonders didirikan oleh seorang warga Kanada yang lahir di Swiss, Bernard Weber. Weber sendiri merupakan seorang pembuat film dan penulis. Dengan tidak berpengaruh pada urutan angka, berikut inilah tujuh situs tercantik dunia yang berhasil memenangkan pemilihan suara di ajang New 7 Wonders of Nature:
1. Sunga1 Amazon USA. Sungai Amazon (Dalam bahasa Spanyol : Río Amazonas, dalam bahasa Portugis : Rio Amazonas) adalah sungai di Amerika Selatan yang merupakan sungai terpanjang kedua di dunia (Sungai Nil di Afrika merupakan yang terpanjang). Sungai Amazon memiliki total aliran terbesar dari sungai manapun, membawa lebih dari Sungao Missisippi, Nil dan Yangtze digabungkan. Amazon juga memiliki sistem peraliran terbesar dari seluruh sistem sungai. Meskipun Nil sungai terpanjang, namun Amazon bisa dianggap "Terkuat" (dilihat dari jumlah air yang mengalir per detik). Jumlah air tawar yang dilepas ke Samudra Atlantik sangat besar : 184.000 m³ per detik (6,5 juta kaki³) di musim hujan. Aliran Amazon merupakan seperlima dari jumlah seluruh air tawar yang masuk ke laut di seluruh dunia. Air di laut dekat sungai ini memiliki kadar garam yang rendah sampai beratus mil jauhnya. Sungai utamanya (Biasanya memiliki lebar satm (2.300 mil) dari laut. Kapal sungai kecil dapat mencapai 780 km (486 mil) lebih jauh sampai Achual Point. Lewat dari sana, hanya perahu kecil yang dapat naik sampai Pongo de Manseriche, di atas Achual Point. Sungai ini mengambil air dari koordinat 5° LU sampai 20° LS. Sumber paling jauh ditemukan di dataran tinggi inter - Andes, jarak yang cukup dekat dengan Samudra Pasifik dan setelah menempuh jarak 7.200 km (4.800 mil) melalui pedalaman Peru dan melewati Brasil, ia masuu sampai enam mil) dapat dilalui untuk kapal uap samudra besar sampai Manaus, hampir 800 mil ke hulu sungai dari mulutnya. Kapal laut yang lebih kecil dengan berat 3.000 ton dan 5,5 m (18 kaki) dapat mencapai sejauh Iquitos, 3.700 kk Samudra Atlantik di Katulistiwa. 2. Taman Nasional Puerto Princesa Pilipina Taman Nasional Sungai bawah tanah Puerto Princesa berlokasi sekitar 50 km sebelah utara dari kota Puerto Princesa, Palawan, Filipina. Bentang alam ini memiliki pegunungan kapur dengan 8,2 km sungai bawah tanah yang dapat dilayari. Sebuah ciri khusus dari sungai adalah ia berkelok dalam gua sebelum mengalir langsung ke Laut Cina Selatan. Ini termasuk formasi utama stalaktit dan stalagmit, dan beberapa ruang besar. Bagian bawah sungai terpengaruh pasang surut. Sungai bawah tanah ini terkenal sebagai yang terpanjang di dunia. Di mulut gua, laguna bening dibingkai oleh pohon-pohon purba yang tumbuh tepat di tepi air. Monyet, biawak besar, dan tupai menjadikan ceruk di pantai dekat gua sebagai tempat tinggalnya. 3. Table Mountain Afrika Selatan Table Mountain merupakan ikon Afrika Selatan dan satu-satunya situs alami di planet ini untuk memiliki konstelasi bintang yang diberi nama yang sama - Mensa, yang berarti “meja”. Gunung berpuncak datar ini telah bertahan enam juta tahun erosi dan merupakan tempat tinggal kerajaan flora kecil tapi terkaya dengan lebih dari 1.470 spesies bunga. Gunung Meja memiliki sejumlah besar spesies langka dan terancam punah. Ini adalah situs yang paling dikenal di Cape Town, pintu gerbang Afrika, karena puncak datarnya yang unik dan mencapai 1.086 m dpl. 4. Ha Long Bay, Vietnam Terletak di Teluk Tonkin Vietnam, Ha Long Bay ditandai dengan titik-titik dari 1.600 pulau dan pulau batu kapur. Bebatuan yang curam dan hutan yang lebat membantu pulau-pulau tersebut terlindungi dari ulah-ulah nakal manusia. Di sana pun banyak terdapat gua-gua dan gua misterius, hasil dari 500 juta tahun pembentukan dan erosi. Halong Bay, di pulau-pulau itu terdapat 435 jenis tanaman, 22 spesies hewan laut, dan 76 spesies burung. Selain itu terdapat 28 varietas mangrove, 315 spesies ikan, serta 545 spesies hewan invertebrate dan 234 jenis koral. ”Halong Bay adalah lukisan alam yang indah,” 5. Pulau Jeju, Korea Selatan Terbentuk dari erupsi vulkanik dua juta yang lalu, Pulau Jeju yang terletak di Korea Selatan adalah sebuah tambang emas bagi penggemar alam dan sejarah. Pulau Jeju dikenal baik dengan gua misterius, terowongan lahar, pantai, kuil, air terjun dan lebih dari 20 taman nasional yang ada di sana. Pulau Jeju, juga dikenal sebagai “Pulau Dewata” adalah tempat liburan yang populer bagi kebanyakan orang Korea dan Jepang. Tempat ini merupakan salah satu tujuan utama bagi pengantin baru yang mau berbulan madu di Korea. Dengan adanya batu vulkanik, hujan yang sering turun dan iklim sedang, membuat pulau ini sangat mirip dengan Kepulauan Hawaii di Amerika Serikat. Pulau ini menawarkan wisatawan berbagai kegiatan, seperti hiking pada Halla-san (puncak tertinggi di Korea Selatan), bersepeda, melihat matahari terbit dan matahari terbenam di atas lautan, melihat air terjun yang megah, menunggang kuda, atau berjemur di pantai berpasir. Selain itu di pulau ini juga terdapat banyak tempat wisata lain yang mengasyikan. 6. Air Terjun Iguazú, Brazil/Argentina Air terjun Iguazu merupakan tumpahan air dari sungai Iguazú yang meluncur dari ketinggian 82 meter dengan bentang tumpahan air selebar 2,7 kilometer dari atas dataran tinggi Parana. Air terjun tersebut dapat diakses dari Brazil, Argentina dan Paraguay. Tumbukan karang, kupu-kupu, burung toucan dan burung kolibri adalah fitur-fitur di area tersebut. 7. Taman Nasional Komodo Indonesia Taman Nasional Komodo adalah sebuah taman nasional di Indonesia terletak di Kepulauan Sunda Kecil. Taman mencakup tiga pulau utama Komodo, Padar dan Rincah, dan 26 yang lebih kecil. Taman ini awalnya didirikan untuk melestarikan Komodo Naga yang unik, kadal terbesar di dunia. Sejak itu tujuan konservasi diperluas untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat. Komodo adalah reptil hidup terbesar dan bisa mencapai 3 meter atau lebih panjangnya dan beratnya lebih dari 70 kg. Karena ukuran mereka, kadal ini mendominasi ekosistem pulau di mana mereka tinggal. Meskipun Komodo kebanyakan makan bangkai hewan yang mati, mereka adalah predator tangguh dan juga akan berburu mangsa termasuk burung, dan mamalia. Read More......

Senin, 07 November 2011

ASEAN dan Logika Terbalik Fungsionalisme


*Asrudin

“Empat atau lima dekade lalu, Asia Tenggara dirobek-robek oleh perang, konflik, perpecahan, dan sikap saling percaya. Kini Asia Tenggara diliputi perdamaian di antara negara-negara di kawasan tersebut. Kerja sama dan kemakmuran tersebar di seluruh kawasan ini”.

Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat membuka Konferensi Internasional ketujuh Overseas Private Investment Corporation (OPIC) di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Rabu (4/5/2011) yang dihadiri para investor, lembaga keuangan, pebisnis, dan pejabat-pejabat pemerintah terkait. Konfrensi tersebut mengambil tema 'Akses Menuju Peluang di Asia Tenggara' atau Access to Opportunity in Southeast Asia.

Apa yang dikatakan SBY pada konfrensi tersebut merujuk pada salah satu gagasan yang cukup dikenal dalam literatur ilmu hubungan internasional, yaitu fungsionalisme. Fungsionalisme adalah konsepsi menyangkut kerjasama dalam satu kawasan yang sifatnya non-politis. Reward dari gagasan fungsional itu adalah kerja sama dan kemakmuran karena tercipta saling ketergantungan (interdependensi) ekonomi antar negara-negara di kawasan.

Tulisan singkat ini ingin menunjukkan logika terbalik fungsionalisme dari perkataan SBY. Yang jika mengikuti editorial Japan Times dua tahun lalu (5 Maret 2009) mengenai KTT ASEAN di Hua Hin, Thailand, apa yang dikatakan SBY itu sesungguhnya menutupi kenyataan berikut: ”the new ASEAN looks a lot like the old one: united more in word than reality”.

Logika Fungsionalisme

Secara konsepsional fungsionalisme adalah proses kerja sama sektor per sektor yang sifatnya nonpolitis (ekonomi, sosial, dan budaya). Tujuan dari kerja sama itu adalah untuk menciptakan stabilitas kawasan yang lebih kooperatif ketimbang konfliktual. Dalam kerangka kerja sama yang seperti ini, pendekatan fungsional dipercaya akan mampu untuk mengintegrasikan negara-negara yang tergabung dalam satu kawasan tertentu karena sifatnya yang saling menguntungkan satu-sama-lain.

Dengan kata lain, pola kerja sama fungsional akan memicu para pemerintah nasional dari masing-masing negara untuk terlibat didalamnya karena badan-badan yang bersifat non-politis ini dipercaya akan menguntungkan secara timbal balik (resiprokal) dan ini sesuai dengan kepentingan nasional.

Jika pola kerja sama fungsional ini telah berjalan sesuai harapan, maka kondisi interdependensi akan terwujud. Dan disinilah saat dimana kerja sama antarnegara semakin padu dan terintegrasi. Menurut Ernest B. Haas, kerja sama fungsional yang berhasil akan menciptakan apa yang disebutnya sebagai efek Spillover (efek pelimpahan atau pelebaran sayap), atau apa yang oleh David Mitrany namakan sebagai Doctrine of Ramification (Doktrin Percabangan).

Kerja sama baja dan batubara atau ECSC (European Coal and Steel Community) yang dilakukan oleh Masyarakat Ekonomi Eropa (Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Belgia, dan Luxemburg) pada tahun 1951 adalah contoh paling tepat untuk menggambarkan efek Spillover ini. Jika kerja sama baja dan batubara berhasil menciptakan keuntungan, hal itu kemudian akan mendorong pihak lain untuk membentuk kerja sama baru di sektor-sektor tambahan seperti perbaikan transportasi, undang-undang perburuhan atau pengendalian lingkungan. Menyebarnya kegiatan ini ke berbagai sektor diasumsikan akan mempererat kerja sama yang pada akhirnya mendorong pada unifikasi politik.

Maksudnya adalah unifikasi politik hanya dapat diciptakan melalui kerjasama-kerjasama yang sifatnya low-politics. Atau dengan kata lain, untuk dapat melakukan kerja sama di bidang keamanan dapat dimulai melalui kerja sama dalam bentuk pasar bersama, ekspor-impor, kerja sama saling tukar ahli teknologi, pemeliharaan lingkungan hidup, dan sebagainya. Ini merupakan pandangan optimis dari para penganut fungsionalis bahwa perdamaian dapat dibangun melalui per bidang kerja sama (peace by pieces formula). Artinya saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya akan memiliki dampak yang menstabilkan hubungan antar negara di kawasan (Ambarwati, 2009).

Praktis di era ini, Eropa nyaris absen dalam perang antarnegara Eropa dan bahkan justru membawa kawasan tersebut pada kerja sama yang lebih meluas. Sejak keberhasilan ECSC pada tahun 1951, kerja sama Eropa terus melebar hingga tahun 1957 melalui perjanjian Roma. Keenam negara tersebut (Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan Luxemburg) menambah lagi dua organisasi baru, yaitu EEC (European Economic Community) dan Euratom (European Atomic Energy Community). Ketiga organisasi ini, ECSC, EEC, dan Euratom, kemudian digabung menjadi satu wadah tunggal yang kemudian dikenal sebagai EC (European Community).

Dengan perjanjian Maastrich yang ditandatangani pada 7 Februari 1992, nama EC akhirnya diubah menjadi EU (European Union). Dan tiga tahun kemudian (1995), keanggotaan EU sudah mencapai 15 negara dan terus berkembang menjadi 25 negara pada tahun 2005 dan 27 negara pada tahun 2009 di mana penambahan negara juga meliputi wilayah negara-negara bekas Eropa Timur. Itu berarti, kerja sama fungsional dapat menjadi obat penawar paling ampuh bagi Eropa untuk lebih mempererat dan memperluas integrasi, meningkatkan kemakmuran dan menciptakan perdamaian di kawasan.

Dengan mengambil contoh keberhasilan EU dalam hal integrasi dengan kerja sama fungsionalnya adalah wajar bila Presiden SBY mengatakan bahwa EU merupakan rujukan bagi ASEAN dalam hal integrasi ekonomi karena EU memiliki pengalaman panjang dalam hal integrasi ekonomi dan pembentukan komunitas.

Kasus ASEAN

Dengan keberhasilan EU dalam hal integrasi, lalu bagaimana dengan ASEAN sendiri. Apakah dengan mengadopsi cara-cara EU dengan kerja sama fungsionalnya lantas secara otomatis akan membawa ASEAN pada kemakmuran dan kerja sama yang padu di kawasan seperti apa yang telah disinggung oleh Presiden SBY di atas.

Jawabannya tentu tidak. Mengapa? Karena ASEAN sebagai sebuah organisasi regional negara-negara Asia Tenggara dinilai tidak mampu memberikan surplus ekonomi bagi negara anggotanya. ASEAN juga dinilai gagal menunjukkan perannya sebagai wadah pemersatu negara anggota atau keengganan negara anggota untuk menjadikan ASEAN sebagai wadah untuk mempersatukan mereka.

Dalam hal perdagangan ASEAN-China misalnya, ASEAN dinilai gagal dalam memberikan surplus ekonomi bagi para anggotanya. Sejak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement) diberlakukan pada 1 Januari 2010, ASEAN mengalami kerugian yang besar bagi negara-negara anggotanya. Surplus perdagangan justru diperoleh pihak China.

Di Indonesia sendiri, ACFTA telah menurunkan produksi industri nasional sampai 50% karena kalahnya persaingan, khususnya pada produk usaha kecil dan menengah, di pasar dalam negeri.

Akibatnya adalah sektor industri terpaksa memangkas jumlah tenaga kerja hingga 20%. Padahal pertambahan angkatan kerja baru mencapai 2 juta per tahun. Itu berarti jumlah pengangguran terus meningkat dari 8,9 juta pada tahun 2009 menjadi 9,2 juta orang pada tahun ini (2011). Begitupula dalam hal neraca perdagangan Indonesia terus menurun. Sebagai contoh, jika pada tahun 2006 Indonesia masih menikmati surplus US$39.7 miliar dari perdagangan, tahun ini Indonesia hanya mendapatkan keuntungan sebesar US$22.1 miliar. Tergerusnya surplus perdagangan itu, disebabkan oleh kian timpangnya neraca ekspor-impor Indonesia dan China. Pada tahun 2000-2007 neraca perdagangan Indonesia-China masih seimbang, tapi lambat-laun Indonesia malah mengalami defisit. Pada tahun 2010 saja, defisit perdagangan Indonesia dengan China sudah mencapai US$7 miliar. Data itu menunjukkan begitu derasnya arus barang dan jasa dari China yang masuk ke Indonesia, mulai dari remeh-temeh seperti peniti hingga barang yang sesungguhnya sudah banyak di negeri ini (Editorial MI, Jumat 29 April 2011).

Tidak hanya Indonesia, Vietnam juga dikabarkan mengalami kerugian besar secara ekonomi akibat membanjirnya produk-produk dari China. Diperkirakan 90 persen defisit perdagangan Vietnam berasal dari perdagangan yang timpang dengan China. Menurut Anh Le Tran, analis ekonomi dari Institut Teknologi Massachusetts, kekhawatiran membanjirnya produk China telah membuat industri domestik Vietnam terpukul.

Tidak solidnya ASEAN dalam hal perdagangan dengan China yang merugikan juga tampak dalam persilisihan antar negara anggotanya sendiri. Contoh baik mengenai hal ini adalah kasus konflik Thailand-Kamboja dalam mempersengketakan Kuil Preah Vihear di perbatasan kedua negara yang telah memakan korban bagi prajurit kedua pihak. Kasus ini menunjukkan bahwa konflik antara Thailand dan Kamboja telah menodai prinsip dasar dari Bali Concord II dan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang menolak segala bentuk penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan konflik antar sesama anggota ASEAN.

Begitupula dengan kasus Indonesia-Malaysia. Ketegangan yang sering muncul diperbatasan laut mereka telah menciptakan sentimen nasionalisme bagi kedua pihak. Akibatnya adalah rasa benci dari masing-masing warga negara telah menimbulkan rasa permusuhan yang semakin mendalam: warga negara Malaysia menyebut warga negara Indonesia sebagai ‘Indon’ dan warga nagara Indonesia menyebut warga negara Malaysia sebagai ‘Malingsia’.

Dapat dikatakan, hampir setiap negara anggota ASEAN menghadapi konflik perbatasan: Malaysia dengan Thailand, Myanmar dengan Thailand, Laos dengan Vietnam, Indonesia dengan Malaysia, Thailand dengan Kamboja, dan tidak padunya suara ASEAN dalam mengahadapi sengketa Laut Cina Selatan.

Semua fakta ini (konflik perbatasan antarnegara anggota ASEAN dan defisit perdagangan akibat ACFTA) menunjukkan tidak adanya efek Spillover dalam hal integrasi di ASEAN, melainkan efek Spillaround, yakni terjadinya stagnasi dalam kerja sama regional di ASEAN, yang menuju kepada suatu keadaan yang menghalangi terjadinya proses penyatuan regional di ASEAN. Jika kondisi ini dibiarkan terus terjadi, jangan berharap pencapaian komunitas ASEAN 2015 akan terwujud.

Karena itu saya menyebut apa yang dikatakan oleh Presiden SBY tentang ASEAN di atas sebagai logika terbalik fungsionalisme: ‘united more in word than reality’.

Asrudin
Penulis adalah analis media sosial di Lingkaran Survei Indonesia Network (LSI Network)

Read More......

Keledai Lukman



Fahry Refleksi*


Nabi yang terkenal gemar menggunakan teori tajaahul atau dialektika adalah Lukman al-Hakim. ''Si Bijaksana'' ini biasanya gemar berpura-pura bodoh saat mencerahkan masyarakatnya, agar ilmu yang diajarkan lewat teori dialektika terserap dengan sempurna.

Alkisah, suatu hari, Lukman mendidik anaknya dengan mengajak remaja itu pergi jauh. Mereka berangkat bersama seekor keledai. Di ujung kampung, masyarakat mengkritik Lukman yang sama sekali tidak mengendarai hewan itu. ''Lukman, di mana-mana keledai ditunggangi, bukan cuma dituntun. Anda ini bagaimana?''

Lukman patuh. Dia menunggangi keledai itu, sementara anaknya menuntun. Di gerbang sebuah kampung, mereka diprotes. ''Orang tua macam apa Anda ini, Lukman?'' kata mereka. ''Masa orang tua naik keledai, sedangkan anaknya dibiarkan jalan kaki?''

Lukman tidak membantah, malah menyuruh anaknya menaiki keledai mereka. Keduanya terus berjalan seperti itu, sampai mereka tiba di ujung kampung lainnya. Lagi-lagi, di sini masyarakat protes. ''Semoga masuk neraka anak kurang ajar ini,'' teriak mereka. ''Beraninya dia naik keledai, sementara ayahnya dibiarkan terlunta-lunta.''

Kali ini, anak Lukman mulai bingung. Dia merasa serba salah. Tetapi, akhirnya, dia mematuhi usul ayahnya agar mereka menunggangi keledai kurus itu bersama-sama. Sang keledai terlihat terhuyung-huyung ketika masyarakat tiba-tiba menghadang perjalanan mereka, lalu berdemonstrasi.
''Kami belum tentu berakhlak baik, Lukman!'' kata mereka. ''Tetapi, kami tidak sampai hati mengeroyok keledai kurus seperti ini. Di mana perikemanusiaan Anda?''

Lukman dan anaknya buru-buru turun dari keledai itu, lalu minta maaf. Mereka kemudian menuntun keledai itu sekali lagi. Tapi, khawatir dikritik seperti kejadian pertama, Lukman cepat-cepat menghentikan perjalanannya, lalu mengajak anaknya bermusyawarah.
''Terserah ayah saja. Saya bingung,'' kata anaknya.

''Kalau begitu, mari kita gendong keledai ini bersama-sama,'' perintah Lukman. Bapak dan anak itu kemudian menggotong keledai itu sampai ke rumah, biar pun sepanjang jalan masyarakat memaki-maki dan mengkritik mereka.

Kita dianjurkan bersikap ramah dan bijaksana seperti Lukman, dan dianjurkan bersikap patuh dan moderat seperti anaknya. Tetapi, kita pasti dilarang bersikap pasif seperti keledai Lukman, yang sama sekali tidak berpikir ketika kelompoknya dikritik.

Read More......

Kejujuran Abudzar



Fahry**

Di zaman Rasulullah, seorang pemuda bernama Abudzar bin Ghifar pulang dari Madinah menuju Yaman mengendarai onta. Letih berjalan, Abudzar berhenti untuk melepas lelah, sementara itu ontanya diikat di pohon.

Tetapi, ontanya yang kelaparan masuk ke kebun milik orang lain dan melahap apa yang ada. Pemilik kebun marah, sang onta dibunuh.
Begitu Abudzar terbangun, dia terkejut ontanya sudah tewas. Dia lalu membunuh si pemilik kebun karena marah. Abudzar lalu ditangkap. Di negara Arab berlaku hukum qishash --jika seseorang membunuh, maka dia juga harus dihukum pancung.


Sebelum menjatuhkan vonis, hakim memberikan kesempatan kepada Abudzar untuk menyampaikan sesuatu. Dia lalu meminta majelis hakim mengizinkannya menemui anak dan istrinya karena mereka belum tahu dia bakal dihukum mati.

Tetapi, hakim menolak karena khawatir Abudzar kabur. Walaupun Abudzar berusaha meyakinkan, tetapi majelis hakim tetap menolak. Dari sekian banyak orang yang menyaksikan proses persidangan, tampillah seorang pemuda mendekati majelis hakim. ''Tuan Hakim yang mulia, kalau boleh hamba mengusulkan agar membiarkan pemuda ini menemui anak dan istrinya dan hamba bersedia jadi jaminannya. Kalau dia tidak kembali, hamba bersedia dipancung,'' katanya tegas.

Orang yang melihat ketegasan pemuda ini bersipandang satu sama lain. Mereka heran dengan kenekatan laki-laki ini, berani menjamin seseorang yang bisa jadi belum dikenalnya. Akhirnya, dengan pertimbangan perikemanusiaan, hakim mengizinkan Abudzar menemui keluarganya.

Mendekati jam hukum pancung yang ditentukan, Abudzar ternyata belum kembali. Masyarakat yang menyaksikan proses pengadilan itu khawatir jika Abudzar tidak kembali, maka pemuda yang memberi jaminan inilah yang akan dihukum pancung. Tapi, Abudzar terkenal sebagai Muslim yang beriman dan menepati janji. Dari jauh terlihat ia berlari-lari menuju tempat pelaksanaan hukuman pancung.

Apa yang terjadi kemudian sungguh di luar perkiraan. Melihat kejujuran Abudzar, majelis hakim punya pertimbangan lain. Mereka membebaskan lelaki jujur itu, juga otomatis melepaskan lelaki penjamin itu dari hukuman maut yang menunggunya.

Kini, di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini, banyak orang terlibat masalah hukum, tetapi justru berupaya sekuat tenaga lepas dari tanggung jawab. Mereka lupa Tuhan Maha melihat lagi Maha adil.
Read More......

Cinta dan Pengorbanan


* Fahry Bimantara

Katakanlah, ''Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga-keluarga kalian, harta yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan, rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.'' Allah tidak memberikan petunjuk pada orang-orang yang fasik.'' (QS At-Taubah: 24)

Manusia dilahirkan untuk beribadah kepada Allah. Setiap aktivitas kehidupan yang dijalani manusia: tarikan nafas, tidur, minum, makan, shalat, berjalan duduk, dan sebagainya itu akan dimintai pertanggungan jawab di hadapan Allah kelak. Selain itu sebagai bagian dari anggota masyarakat dan negara, dia juga akan dimintai pertanggungjawaban atas kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.

Allah memperindah kehidupan manusia dengan potensi hidup berupa naluri kecenderungan mencintai sesuatu. Suatu hal yang fitrah apabila kemudian manusia mempunyai kecenderungan mencintai keluarga, istri, harta, dan kesenangan duniawi lainnya. Dengan nalurinya itu, manusia dapat meraih kedudukan mulia atau hina laksana hewan yang bergantung pada cara pemenuhan kebutuhan dan prioritas hidupnya. Bagi seorang muslim, cara pemenuhan potensi tersebut diatur oleh seperangkat aturan Allah yang termaktub dalam Alquran, Sunah, Ijma, dan Qiyas. Pelaksanaan aktivitas berlandaskan aturan itu akan menempatkannya pada kedudukan yang mulia.

Pada ayat tersebut di atas, Allah memerintahkan orang-orang muslim untuk meletakkan cinta kepada Allah, Rasulullah, dan jihad fisabilillah di atas semua cinta yang ada. Cinta mulia tersebut terwujud dalam perjuangan untuk menolong agama Allah dengan pengorbanan jiwa, raga, dan harta agar Islam kembali bersinar memenuhi segenap alam, diterapkan, dan dianut setiap manusia.

Pengorbanan sahabat Rasul yang terkenal, yaitu Mush'ab bin Umair dapat diajadikan contoh. Pemuda berasal dari keluarga bangsawan, berpenampilan menarik, dan hidup dalam kegelimangan harta. Namun, tatkala cahaya Islam telah terpatri dalam jiwanya, semua kesenangan duniawi itu dikorbankan demi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dikisahkan pula ketika Mush'ab bin Umair syahid, beliau tidak memiliki kain kafan yang cukup. Apabila kafan ditarik ke atas maka kaki akan terlihat dan bila ditarik ke bawah wajah beliau terbuka. Akhirnya kaki beliau ditutupi dengan rumput-rumput kering.

Contoh lainnya, seorang pedagang yang tidak akan melakukan aktivitas di pagi hari sebelum menatap wajah Rasulullah walau barang sebentar. Setiap hari laki-laki itu selalu mengintip dari sebuah dinding dekat jalan yang dilalui Rasul bila beliau keluar dari rumah. Sampai akhirnya pada suatu hari pedagang tersebut meninggal, orang-orang membicarakannya bahwa dia memiliki suatu cacat dalam akhlaknya. Namun, Rasulullah bersabda, ''Pedagang tadi telah diampuni oleh Allah karena rasa cintanya yang besar terhadapku.''

Para sababat zaman dahulu akan mudah menunjukkan besarnya cinta kepada Rasullulah karena mereka dalam keseharianya bergaul, bercakap-cakap, dan merasakan langsung keberadaan Rasul di sisi mereka. Setiap kesalahan sahabat dapat dikoreksi langsung agar tetap dalam rel-rel Islam. Selain itu, Rasul sebagai pelindung mereka tatkala orang-orang kafir menyiksa mereka. Cukuplah Rasul berdoa maka pertolongan Allah akan segera datang.
Ini berbeda dengan kehidupan sekarang. Namun, Nabi Muhammad menyatakan seorang muslim setelah masa Rasul dapat menyamai pahala 50 sahabat Nabi bila teguh memegang tali agama Allah.

Ramadhan merupakan kesempatan yang tepat untuk menghidupkan kembali sunah Rasul. Marilah kita tingkatkan kesatuan umat, hilangkan kebencian dan dendam karena betapa sesungguhnya cinta dan pengorbanan itu adalah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Yang demikian itu membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.
Read More......

Kamis, 20 Januari 2011

Kegigihan

Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.

Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, "Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa- apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar."

Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita.
Sehingga tak menutup kemungkinan kitapun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia.

Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa.

Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya.

Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya.
Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat.

Kemudian kita juga akan melihat disana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. "Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apapun," terang Abraham Lincoln.

Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan, "Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan." Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan.

Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, "Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal." Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai.

Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan, "Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain."

Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis.
Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.

Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang.

Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.

Sumber: Kegigihan oleh andre Ho

"Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don't quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah."
Conrad Hilton

Read More......

Sayembara Menjadi Raja

Berceritakanlah sebuah kerajaan yang aman makmur adil sentosa karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Sang raja sudah memimpin kerajaan sejak usia muda hingga sekarang di masa tua belum pernah mengalami suksesi atau penggantian , dan rakyat pun tak pernah keberatan karena sang raja memerintah kerajaan dengan cukup adil.

Namun sang raja ternyata bosan, ia ingin turun tahta dan mencari pengganti , namun uniknya ia tidak menyerahkan posisi raja kepada anak keturunannya , tetapi malahan mengadakan sayembara untuk mencari sosok yang pantas menjadi raja.

maka disebarlah pengumuman ke seluruh negeri bahwa raja akan mencari pengganti , siapapun boleh menjadi raja , dari rakyat jelata sampai kaum bangsawan, dengan dua syarat yang harus dipenuhi .

syarat pertama ......siapapun yang terpilih hanya boleh menjadi raja selama 5 tahun , tidak lebih tidak kurang.
syarat kedua...........setelah menjalani masa 5 tahun , maka raja yg terpilih akan dibuang dan diasingkan pulau seberang laut.

syarat pertama tentu saja bukan masalah besar , namun yg kedua adalah yang terberat karena semua orang tahu seperti apa pulau seberang laut , yaitu sebuah pulau yg masih berupa hutan rimba liar dan penuh dengan binatang buas , siapapun yang dibuang kesana sama saja dengan hukuman mati.
dan karena itu pulalah meski sudah sekian lama , belum ada yg mengajukan diri menjadi raja.

akhirnya suatu hari datang seorang pemuda yg menyatakan kesanggupannya menjadi raja dan menerima dua syarat tersebut. Pemuda ini sebenarnya adalah pemuda biasa yg ingin merasakan bagaimana nikmatnya menjadi raja krn selama ini ia hidup pas pasan, dan setelah berpikir panjang lebar ia nekad untuk melamar menjadi raja.

maka diangkatlah dia menjadi raja , dan mulai saat itu ia akan mendapatkan pelayanan layaknya seorang raja , harta berlimpah , wanita cantik , makan dan minuman enak dan lain lain.
tapi sayang ternyata ketakutannya akan kematian membuatnya tak bisa menikmati semua itu.
tahun pertama , dia mulai gelisah krn umurnya tinggal empat tahun lagi.
tahun kedua , ia makin tak tenang , makan tak enak tidur tak nyenyak .
tahun ketiga , ia mulai menyesali keputusannya menjadi raja.
tahun keempat , ia benar benar tak bisa menikmati apapun yg ada dihadapannya.
tahun kelima , ia malah stress karena hidupnya tinggal beberapa bulan lagi dan kesenangan yg ia cari tak bisa ia rasakan.
dan habislah masa jabatan dia menjadi raja , dan dibuanglah dia ke pulau seberang laut.
tak butuh waktu lama sampai kabar terdengar ke seluruh negeri jika pemuda itu tewas dimakan singa.
pemuda itu tewas tanpa sempat mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dunia yg dia cari.

Adanya contoh yg tewas membuat orang orang kian enggan melamar menjadi raja , buat apa hidup enak lima tahun jika pada akhirnya harus mati....
tapi ternyata suatu hari ada juga orang yg melamar menjadi raja dan siap menanggung semua resikonya.

tahu pertama , ia puas puaskan berpesta karena sadar hidupnya tak akan lama lagi.
tahun kedua dan berikutnya , ia isi dengan foya foya , pesta pora , setiap tahun berganti pestanya makin gila gilaan , ia sudah tak perduli lagi pada apapun , ia hanya ingin bersenang senang sebelum mati.
lima tahun berakhir , orang ini pun dibuang ke pulau seberang laut dan nasibnya sama dengan orang sebulmnya , tewas dimakan singa.
orang ini masih lebih baik , setidaknya ia mendapatkan kenikmtan dan kepuasan dunia sebelum dia mati.

Dua orang tewas , membuat banyak orang melupakan mimpinya menjadi raja , meskipun mereka masih penasaran , apakah masih ada orang yang cukup bodoh untuk melamar menjadi raja.

Suatu hari datanglah seorang guru datang melamar unutk menjadi raja dan juga menyatakan kesanggupannya memenuhi dua syarat tersebut.
mendengar ada yang melamar menjadi raja lagi membuat warga penasaran , sebagian menertawakan kebodohan guru tersebut sementara yg lain merasa iba dan kasihan padanya.

namun keputusan sudah dibuat , guru itu pun diangkat menjadi raja dan ia diberi segala kemewahan dan kemudahan serta fasilitas layaknya seorang raja.
ternyata berbeda dengan dua orang sebelumnya , guru ini tidak berpesta pora dan foya foya , ia tetap pada pola hidupnya semula yg sederhana, namun ia membuat beberapa tindakan selama ia menajdi raja.

tahun pertama , ia kumpulkan seluruh pasukan kerajaan dan ia perintahkan pasukan itu pergi ke pulau seberang laut untuk membabat habis hutan rimba disana dan memindahkan semua binatang disana ke tempat lain.
sebagai raja tentu perintahnya dipatuhi , dan begitulah akhirnya , di tahun pertama menjadi raja ,ia telah membuat pulau seberang laut menjadi pulau kosong yg siap huni.

tahun kedua , ia panggil para arsitek terbaik kerajaan , dan ia perintahkan mereka untuk membangun
sebuah istana yg lebih megah dari istana yg ia tempati sekarang.
tahun kedua ia menjadi raja sebuah istana megah berdiri di pulau seberang laut.

tahun ketiga ia mengumpulkan harta , perabotan , dan barang barang lain dan ia kirim ke istana seberang laut.

tahun keempat ia mengirim orang orang untuk menjadi pelayan dan pengurus istana , mulai dari tukang kebun , koki , tukang sapu , dan beberapa prajurit.

tahun kelima ia mengirim keluarganya ke istana itu , dan ia meminta untuk sabar menantinya setahun lagi di pulau seberang laut.

dan akhirnya habislah masa jabatan dia sebagai raja dan sesuai perjanjian guru ini pun dibuang ke pulau seberang laut.
ia hanya tersenyum dan berkata, " saya memang menunggu waktunya saat saya dibuang"

dan ia pun dibuang ke pulau seberang laut dan hidup bahagia bersama keluarganya disana , disebuah istana megah.

Read More......

Rabu, 25 Agustus 2010

Beda Gaya : Obama Dengan SBY

PRESIDEN Amerika Serikat Barack Obama sedang menghadapi kontroversi. Sebab, dukungan terhadap rencana pembangunan Islamic Center di dekat Ground Zero -bekas menara kembar WTC- di New York, menuai kritik sebagian besar rakyat AS. Namun, Obama tak goyah. Itulah, setidaknya, satu di antara tiga pelajaran atau teladan dari seorang pemimpin dunia yang patut ditiru Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebagai pemimpin, seseorang harus mementingkan nasib rakyatnya. Obama menunjukkan kepada SBY dan rakyat Indonesia ketika dia menunda kunjungan ke Jakarta -di antaranya bernostalgia di sebuah SD negeri di Menteng- menjelang disahkannya Undang-Undang Kesehatan yang sangat bersejarah. Obama, pada detik-detik pemungutan suara pengesahan undang-undang tersebut, tak bisa meninggalkan tanah air untuk memastikan semua lobi partainya berjalan mulus dan RUU itu disetujui menjadi UU.

Undang-Undang Kesehatan merupakan salah satu realisasi janji Obama dalam kampanye pada pemilu presiden 2008. Di beberapa negara bagian yang dikunjungi selama musim kampanye, Obama selalu mengungkapkan bahwa dirinya akan mewujudkan jaminan sosial bagi rakyat seperti yang selama ini diterima para angota kongres. Untuk hal tersebut, Obama tidak peduli dengan tuduhan Partai Republik bahwa kebijakannya sangat sosialis, bahkan mendekati komunis.

Sementara itu, SBY yang dicitrakan sebagai pemimpin prorakyat kecil, terutama menjelang pemilihan presiden 2009, tampaknya tak berlanjut ketika rakyat kembali memilihnya. Berbagai program seperti raskin (beras miskin), bantuan langsung tunai (BLT), dan kebijakan populer lainnya seakan menggelontor menjelang pemilihan presiden.

Setelah presiden kembali terpilih, terjadi kenyataan yang berbeda. Harga-harga bahan pokok membubung tinggi, tarif dasar listrik (TDL) naik, serta konversi dari minyak ke gas yang kurang sosialisasi berdampak jatuhnya korban ledakan tabung gas 3 kg.

Intinya, kebijakan pemerintah untuk mengentas kemiskinan tidak dilakukan secara mendasar -misalnya, menciptakan UU yang prowarga miskin seperti UU Kesehatan ala Obama-, melainkan hanya tambal sulam, apalagi hanya dilakukan menjelang pemilu.

Pelajaran kedua yang patut dicatat SBY adalah, lagi-lagi, penundaan kunjungan ke Indonesia gara-gara masalah dalam negeri. Kali ini, terjadi tragedi lingkungan. Yaitu, bocornya tambang milik British Petroleum (BP) di lepas pantai Teluk Meksiko sehingga terjadi pencemaran laut dan pantai yang dahsyat.

Obama tak tinggal diam. Dia memimpin rapat-rapat khusus dan terjun langsung ke lapangan. Tak hanya itu, dia juga ''mendamprat'' perusahaan raksasa minyak asal Inggris tersebut untuk bertanggung jawab menghentikan kebocoran dan mengganti seluruh kerugian yang diderita masyarakat pesisir pantai, satwa, serta biota laut.

Obama seolah ingin memberi tahu, beginilah berhubungan dengan perusahaan raksasa yang mencemari lingkungan. Tak sampai empat bulan, kebocoran minyak di lepas pantai itu bisa diatasi dan kerusakan segera diperbaiki serta korban mendapat ganti rugi.

Tentu, Obama tak mengetahui banyak perihal tragedi lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, sebagai pemimpin tertinggi di suatu negara, Obama memberikan teladan bahwa presiden harus tegas dan berani serta wajib berpihak kepada rakyat. Obama tak peduli bahwa Inggris adalah sekutu terdekat Amerika. Dia lebih peduli kepada korban pencemaran lingkungan.

Penyelesaian kasus lumpur Lapindo yang belum tuntas hingga bertahun-tahun menunjukkan kepemimpinan SBY kurang berani dan efektif menghadapi perusahaan milik kelompok Bakrie. SBY terlalu mempertimbangkan rasa sungkan terhadap Aburizal Bakrie karena dia merupakan salah seorang penyumbang terbesar saat pemilu presiden lalu. Sebaliknya, SBY kurang mempertimbangkan para korban lumpur Lapindo.

Di sisi lain, hal itu merupakan kepiawaian seorang Aburizal Bakrie sebagai bos kelompok usaha Bakrie sekaligus ketua umum Partai Golkar dan ketua Sekber Koalisi Partai pendukung SBY-Boediono.

Pelajaran ketiga Obama bagi SBY, ya itu tadi, dukungan terhadap rencana pembangunan Islamic Center di New York. Obama jelas melawan arus mayoritas rakyat AS seperti yang ditunjukkan oleh hasil beberapa survei tentang hal tersebut.

Berdasar hasil polling CNN pekan lalu, sekitar 70 persen warga AS menentang pembangunan gedung Islamic Centre dan masjid di bekas Menara Kembar yang diserang teroris, 9 September 2001, tersebut. Dalam survei sebelumnya, Pew Research Center dan Pew Forum on Religion & Public Life menyebutkan, 18 persen rakyat AS percaya bahwa Obama adalah seorang muslim.

Namun, Obama tetaplah sosok yang cerdas dan keras. Cerdas berargumentasi dan keras membela prinsip. Dukungannya terhadap pembangunan Islamic Center bukanlah disebabkan adanya simpati terhadap komunitas muslim AS -karena dia dilahirkan oleh seorang ayah beragama Islam dan masa kecilnya pernah tinggal di Indonesia. Tapi, Obama justru ingin menunjukkan bahwa dirinya Amerika tulen.

Yakni, menjunjung tinggi kebebasan dan pluralisme. Komunitas agama apa pun di negeri itu bebas berkumpul dan mendirikan tempat ibadah. Karena itu, Obama tak peduli dengan popularitas dirinya dan masa depan partainya pada pemilu mendatang. Dia tegar membela prinsip kebebasan dan pluralisme Amerika.

Bagaimana dengan SBY? Sangat tampak SBY tidak setegas Obama dalam urusan kebebasan beragama. Pendapatnya tentang Ahmadiyah dan serangan Islam radikal terhadap penganut agama non-Islam sangatlah normatif dan tidak tegas. SBY tampak tak ingin kehilangan simpati dari partai-partai Islam yang mendukung pemerintahnya. Itulah perbedaannya dari Obama yang tak peduli dengan urusan citra dan suara, jika menyangkut prinsip negara, yaitu kebebasan dan pluralisme.

Karena itu, akhir-akhir ini, di beberapa situs jaringan sosial semacam Facebook, banyak diskusi mengenai sikap SBY atas perusakan masjid milik penganut Ahmadiyah dan penggusuran gereja HKBP di Bekasi. Ada yang menulis, bagaimana kalau SBY ditukar guling dengan Obama saja.

Ada pula yang menganalisis dengan mengutip hasil survei Pew Research Center, jika di Amerika satu di antara lima orang percaya Obama beragama Islam, bisa jadi di Indonesia, satu di antara lima orang percaya SBY mendukung kebebasan dan pluralisme. Lho? Artinya, empat di antara lima orang Indonesia percaya SBY tidak pro kebebasan beragama, melainkan pro-Islam radikal. (*)

*) Tri Agus S. Siswowiharjo, Penulis buku ''Obama Bicara: Kumpulan 10 Pidato Obama Paling Memukau'' Judul Asli : Tiga Pelajaran Obama untuk SBY


Read More......

ATM Seorang Politisi

Berpolitik seperti berinvestasi. Semakin penuh ATM kita dengan investasi, semakin besar modal sukses. Tak ada politisi yang meraih kekuasaan tanpa investasi itu. Mereka bekerja keras membangun citra dan menanam kesan positif di benak konstituen agar dipilih.

Investasinya berbagai macam. Ada yang berkeliling dari komunitas ke komunitas mengamen ide dan gagasan. Ada yang berusaha memamerkan sikap kepemimpinan bahwa lebih mementingkan umat daripada dirinya atau keluarganya. Walaupun kita sulit menebak apakah investasi itu tulus atau tidak. Apakah hanya tebar pesona?

Itulah sebabnya incumbent lebih banyak menang ketimbang penantang. Para juara bertahan mempunyai ruang dan waktu untuk berinvestasi. Sebagian besar bupati atau gubernur yang maju lagi berhasil mempertahankan kursi kekuasaannya. Hanya yang keterlaluan tamak dan bersikap tak peduli kepada rakyatnya atau karena penantangnya yang luar biasa itulah yang membuat incumbent kehilangan singgasana.

SBY menang pada Pemilihan Presiden 2009 juga karena inivestasi yang sangat besar. Kalau ukurannya laut, investasi SBY sangat dalam. Jika ukurannya langit, sangat tinggi. Dia menang dengan mudah, walaupun lawannya berat-berat. Bayangkan, menang dalam satu putaran dengan menyisihkan Megawati- Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Mega yang kita kenal mempunyai massa fanatik dan mantan presiden juga kalah pamor oleh investasi tebar pesona ala SBY. Demikian juga Jusuf Kalla, yang disebut-sebut tokoh dinamis itu. Ternyata investasi yang tersimpan di ATM politik tokoh Golkar tersebut kalah juga.

***

Apa sih invetasi SBY? Tentu banyak. Gaya yang tenang juga punya nilai. Penampilan fisik yang selalu prima dengan rambut rapi tentu juga bentuk investasi. Sejumlah tindakannya sebagai presiden periode pertama juga telah memperbanyak isi ATM politiknya.

Kita masih ingat, SBY cukup gagah menanggapi krisis Ambalat 2005. Dengan menumpang kapal perang, jenderal bintang empat itu menuju garis terdepan. Seratus KRI dan sejumlah pesawat tempur me­ngiringi dia. Lewat teropong, dia menyaksikan kapal Malaysia yang menjauh karena kedatangannya. Sikap itu memberikan kepercayaan diri bagi bangsa Indonesia saat Malaysia mencoba menggoda di perbatasan.

Sikap tegas dengan Malaysia juga ditebar SBY saat salah seorang wasit asal Indonesia dikeroyok oleh para Polis Diraja Malaysia pada 2007. Begitu tegasnya sikap kita membuat PM Malaysia Abadullah Badawi tak berkutik. Saat itu, secara khusus, Pak Lah -begitu Badawi dipanggil- meminta maaf kepada bangsa Indonesia. SBY yang berada di Istana Tampaksiring dengan gagah menerima telepon mohon maaf dari Kuala Lumpur.

SBY juga berinvestasi banyak dalam hal pemberantasan korupsi. Cukup tegas. Pejabat di semua level terseret ke pengadilan. Jenderal sekalipun menjadi pesakitan. Tak terbilang, bupati, mantan bupati, para anggota DPR, dan mantan menteri sekalipun merasakan pengapnya penjara karena terbukti korupsi.

Puncaknya, SBY dengan ikhlas melepas sang besan, Aulia Pohan, menuju tahanan. Kita tak dapat membayangkan perasaan SBY ketika kerabat dekatnya itu menjadi korban dari sikap tegas dirinya. Sejatinya, sebagai presiden, SBY bisa saja melakukan berbagai manuver penyelamatan terhadap bapak mertua Agus Harimurti Yudhoyono itu. Tetapi, SBY memilih membiarkan besannya tersebut dikawal polisi menuju ke jeruji sel. Dan, SBY menjadi legitimate dijuluki pemimpin yang memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Sikap itu membuat modal ATM politiknya berjibun kala itu.

****

Dalam pekan-pekan terakhir ini, kita merindukan kisah heroik SBY itu lagi. Kita seperti terpukul ulu hati ketika para maling ikan dari Malaysia harus dibarter dengan pahlawan kita yang ditangkap Malaysia. Tiga penja­ga laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjaga laut di Kepulauan Riau tentu tak sebanding dengan nelayan Malaysia tersebut.

Di mana SBY? Mengapa tidak gagah lagi seperti saat Ambalat? Tidak ada parade KRI. Paling tidak, rakyat ingin mendengar telepon minta maaf PM Malaysia kepada SBY.

Jangan mengharapkan telepon itu datang karena Istana Kepresidenan di Jakarta kali ini tidak bersikap tegas terhadap negara jiran. Istana diam.

Berita pengampunan untuk mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani juga bagai petir di siang bolong. Bagaimana mungkin orang yang terbukti korupsi di pengadilan itu diberi ampunan. ATM politik SBY yang penuh dengan investasi antikorupsi menjadi terkuras.

Yang terakhir, sejumlah koruptor bebas bersyarat. Termasuk sang besan SBY, Aulia Pohan. KPK, yang menjadi simbol antikorupsi, dengan tegas menolak pengampunan pemotongan hukuman koruptor. Pembebasan sejumlah napi korupsi menjadi ganjalan di tengah upaya pemberantasan korupsi. Bebasnya Aulia Pohan yang pro-kontra membuat ATM politik SBY semakin tergerus dan menipis.

Jangan-jangan SBY berpikiran sekarang tak membutuhkan ATM politik lagi? Tak membutuhkan investasi lagi, bahkan ATM politiknya terkuras juga tak apa-apa. Bukankah dia sudah berpamitan tak akan maju lagi pada Pilpres 2014?

Sumber : Taufik Lamade, wartawan Jawa Pos. (lamade@jawapos.co.id)

Read More......

Selasa, 20 Juli 2010

SETELAH KAU KINI JADI ORANG LAIN*

Semua hati pasti pernah berjanji dengan ragam takarannya. Janji yang konon terikat oleh ruang dan waktu (space and time) adanya. Pada kehidupan, masa dan lingkungan lain yang sempat kita nikmati. Seloroh hati berjanji dengan rasa termanis pada saatnya. Janji yang pernah kita ikhtiarkan untuk ditepati. Tersaksikan oleh selaksa peristiwa yang berlalu dan melampau. Janji pada bilangan dekade masa lalu kehidupan kita. Janji yang tererosi oleh pergerakan waktu dan realitas kita ini.

Pada saatnya, indah dan melanglang jauh diujung pengharapan dan fantasi. Seakan dunia kita genggam hanya dengan sebelah tangan semata. Khayal dan ilusi begitu gampang dicipta untuk merealisasikan mimpi dan janji yang terucap sayup ditelinga kebersamaan. Begitu tipis rasanya batas antara kenyataan dan harapan yang mengharu riuh dan biru mewangi. Sebuah penjelasan panjang serasa belum cukup untuk menceritakan lembaran-lembaran kenangan dan keindahan. Catatan diary cukup lancar tertoreh menggenapi hari demi harinya. Prosesi keramat yang selalu membuat anak muda mengginggau panjang untuk mengakhirinya.

Inilah kisah lama yang dirakit dari kumpulan kebersamaan dan mimpi. Diantara bayang-bayang masa depan yang segera bergerak jauh. Sejauh realitas kekinian hari ini. Sebuah fase terindah bagi pengelana yang mengembara direrimbun kehidupan. Belantara mistery yang selalu terisi oleh riak alir sungai jernih dan telaga bening. Hanya suasana teduh dan rimbun pohon yang nyaman untuk disinggahi. Belum ada terik mentari yang bisa membakar kesejukan embun-embun fajar pagi. Negeri yang menjadi referensi dongeng-dongeng legenda ketentraman pengantar tidur kita. Kita terpisah dengan nyata dari cerita nestapa dan penderitaan hidup.

Pada suatu hari, dinegeri atas awan itu dengan saksi gumpalan mendung dan gerimis sore, terkuak rahasia langit biru akan kehidupan baru yang menggerahkan. Sang malam menyergap sigap meggapai tangan lembut menganjak pergi jauh. Dibalik gelapnya, tersua latar buram kisah keabdian hari. Dan sang mimpi harus dibuyarkan untuk menjemput kenyataan sesungguhnya. Siang terik kembali terisi fatamorgana yang silau. Akhirnya, kita harus pasrah untuk berdamai dengan panas sinar matahari yang penuh kesumpekan. Keringat dan gerah menjadi hadiah besar dalam jalan yang setapak. Dunia ikut berubah sempit dan mengkerut menghimpit harapan dan janji-janji hati yang terkuras dulu.

Pada terik siang hari itu, dikeramaian komunitas yang sibuk, akhirnya genggam tangan terakhir menjadi sinyal kuat untuk sebuah symbol bahwa mimpi harus terurai dan mencair. Suhu siang ikut berkontribusi mempercepat akselarasi prosesnya. Dia pergi dengan seikat luka tergores kenyataan yang menghadap. Dia bergeming dengan kata selamat tinggal. Seuntai tanda ikut terbawa dibayang langit. Dia pergi untuk tak kembali lagi.

Kau kini telah menjadi orang lain, yang hanya bisa tertatap dikejauhan. Kau kini telah menjadi orang lain, untuk mengabdi pada tangkai yang lain. Bersemi bersama musim gugur untuk meneguk dahaga yang mendera. Kau, benar-benar telah menjadi orang lain. Tampa tersadari dan itu pasti. Selamat jalan wahai tangkai yang lemah……???

Nb : Disadur dari sebuah realitas sahabat malam.

(fahrinotes, 20/07/2010)


Read More......

Kolam Ikan

Mengenai Saya

Foto Saya
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Lahir 04 Oktober di Sape Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Menyukai keliling dunia (travelling) dan sains. Aktifitas mengajar disiplin bidang kelautan dan perikanan. Konsern dengan dunia kelautan dan perikanan. Senang dengan wisata bahari. Mengabdi di Pemkab Bima NTB. Pendidikan Magister Perikanan di Universitas Brawijaya Malang (strata 2) pada bidang bioteknology perikanan. Mari bertukar informasi. Salam Sahabat Blogger.

My Friend Follow Me

My Blog List

Blog Archive

Musisi Cilik

Musisi Cilik
Hidup Seperti Musik Bukan Aturan

AL QUR'AN SPYRITE :

MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN ? (QS. Arrahman:31) (diulang sebanyak 31 kali).
Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates