WELCOME MY GUEST

Hellow. Dari banyak kisah perjalanan kita, semestinya banyak yang bisa dipungut untuk menjadi catatan pinggir kehidupan. Saatnya untuk membagi kepada semua sahabat sebagai pelajaran hidup. Catatan Pinggir Jalan.....

Kamis, 31 Desember 2009

TAHUN BARU BIASA SAJA

Kita semakin latah saja. Momentum pergantian baru yang menandakan bahwa kita telah berganti kalender dirayakan dengan cara yang kian aneh. Torempet mengiang dan kembang api yang mekar di angkasa adalah menjadi tradisi kelatahan dan tidak mencerminkan rasa syukur. Kita terlalu hedonik dengan dunia ini. Ucapan terimakasih kita telah menyimpang jauh dari keinginan Tuhan. Saya terkejap kaget dengan dentum petasan mendebarkan jantung buatan Tuhanku. Bersahutan dan kencang sekali saat detik-detik hitung mundur pukul 00:00 1januari 2010. Klakson mobil dan motor meraung-raung diiringi injakan pedal gasnya. Sungguh ungkapan dan ekspresi yang jauh memberi makna akan kehadiran kalender baru itu. Apa yag melatar belakanginya selain latah dan kealpaan semata.

Padahal, jika kita runut secara jernih kembali semestinya Tahun Baru adalah ruang introspeksi akan kurun waktu satu tahun yang berlalu terhadap catatan pencapaian yang kita gores. Sembari, mengevaluasi titik lemah dan haparan rintangan pencapaian yang ada. Selanjutnya, menjadi poin-poin rekomendasi penting untuk perbaikan pada kurun satu tahun berikutnya. Tahun Baru adalah awal untuk menetapkan agenda perjalanan baru menuju pelaksanaan seluruh keinginan baru kita dengan renungan dan refleksi komprehensif adanya. Tahun Baru itu forum memperbaharui semangat dan suntikan energi kreatif baru dalam rangka mempermudah pencapaian agenda penting kehidupan.

Rasanya, perayaan berlebihan dan menggumbar hasrat seperti yang sekarang dianut oleh sebagian besar dari kita adalah cara despostis untuk melupakan hal-hal yang telah gagal kita raih pada 12 bulan yang telah lewat kemarin. Dan juga entah disadari atau tidak, kita melupakan bahwa masih terbentang banyak aral dan halang rintang yang berserakan sepanjag satu tahun kedepan yang akan menerpa perjuangan dan ikhtiar kita dalam mewujudkan kehidupan yang nyaman dan lebih baik.

Intinya, semangat perayaan ini telah bergeser sedemikian jauh dari esensi yang diharapkan dalam perwujudan keinginan dan harapan yang hendak dihadirkan. Kita terlalu latah dan kurang bisa menempatkan sesuatu dengan tepat pada jalur yang semestinya ditempuh. Padahal, tahun baru hanya semata gulir waktu yang linier dan pasti dan tentu saja dirayakan dengan sebiasa-biasanya saja.

Entahlah....karena memang setiap kita memiliki kepala dan alur konstruksi pikiran yang berbeda meskipun untuk menyikapi suatu masalah yang sama. Atau mungkin hanya cara berbeda dalam mengekspresikan diri sebagai ungkapan syukur pada Tuhan yang sama. Pada kasus seperti ini, biarlah kesadaran tertinggi kita yang menggembalakan intuisi, hasrat, harapan dan ekpresi menyambut tantangan baru di tahun baru.

Apapun adanya, tentu saja harapan kita adalah tahun baru menjadi ruang baru kita meraih semua mimpi-mimpi kita.

SEMOGA.
SELAMAT TAHUN BARU 2010.

fahrinotes.blogspot.som
MALANG 1 JANUARI 2010 PUKUL 00:01
Read More......

Senin, 28 Desember 2009

PEMIMPIN DAN PEMIMPI

INOVASILAH YANG MEMBEDAKAN PEMIMPIN DENGAN PENGIKUTNYA.

Bahwa pemimpin selalu berada diteras depan dalam mendorong gerak maju organisasi untuk menarik maju antrian beban dan penumpangnya. Laksana lokomotif yang menempati bagian terdepan dari lintasan rel. Pemimpin selalu memiliki kekuatan besar untuk menerobos jalan yang dilewati. Organisasi adalah rangkaian panjang kereta api yang ditarik dengan tuas-tuas kewenangan dan dipacu dengan motivasi. Energi kepemimpinan tidak boleh habis dimanapun keadaan yang ada, agar perjalanan tidak sampai mandek dan berhenti. Bahan bakarnya selalu terisi dan terisi ulang disetiap perhentian.

Tujuannya jelas, kota yang terdaftar dalam rute panjang perjalanan. Pemimpin mesti memiliki agenda detail tentang waktu, tujuan, daftar kelaikan dan memahami psykology penumpang yang ikut bersama perjalanannya.

Pemimpin harus disiplin dengan aturan dan tata perjalanan organisasi yang ditariknya. Dia selalu tampil untuk memecah kebuntuan dengan inovasi-inovasi hebatnya. Pemimpin jangan pernah berjalan sendiri, melepaskan diri dari rangkaian gerbong pengikutnya. Jangan pula lokomotif kepemimpinan lebih mempercayai gerbong lain diluar rel yang dilewati. Berbahaya...bos.

Kepemimpinan adalah tanggungjawab besar tentang seluruh gerbong dan penumpangnya. Pemimpin sangat menentukan gairah-gairah gerbong itu bergerak maju. Semestinya, pemimpin selalu dan senantiasa menyuntikkan bahan bakar baru pada tangki energinya untuk menarik kuat gerbong kepemimpinannya. Pemimpin jangan sampai tertidur secuilpun untuk menjaga seluruh kemungkinan yang menjadi resiko perjalanan. Pemimpin siaga satu untuk memberikan perintah-perintah darurat pada kru-kru dekatnya atas segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Pemimpin harus memahami lebih banyak seluruh onderdil yang terlibat pada perjalanan jauh itu. Pemimpin jangan hanya terpulas diruang monitor dengan menutup mata semata. Pemimpin jangan suka terlambat dengan alasan apapun. Pemimpin jangan kabur duluan saat kereta berjalan dipagi hari. Pemimpin jangan pula suka mengumbar kelemahan dan kerusakan rangkaian kereta di stasiun lain.

Pemimpin harus bisa berbagi dengan siapapun tentang suka duka perjalanan. Pemimpin adalah panutan dan teladan seluruh personil yang terlibat. Pemimpin selalu dengan buku catatan dan agenda hari esok. Pemimpin harus gerah dengan lingkungan yang panas dan gersang. Sehingga seluruh penumpang tidak kepanasan dan jenuh dengan stasiun yang dilewati.

Pemimpin harus kukuh dengan janji dan segera menepatinya. Pemimpin adalah harapan terakhir dari seluruh catatan pengharapan. Sebaliknya, pemimpi selalu saja bertindak kebalikan dari harapan-harapan ini.

Dengan ini, kiranya nyatalah bedanya antara seorang pemimpin dengan pemimpi. Semoga kita tidak terjerumus dalam kategori pemimpin yang selalu jadi pemimpi.

Naif....




NB. Hanya sebuah introspeksi diri semata...

Read More......

MENUNGGU PERHATIAN PEMDA-KU

Kisah Pengalaman Perjuangan...

Aku adalah seorang mahasiswa yang mencoba berani berjuang dengan peluh dan keringat. Sebagai seorang aparatur Pemda di sebuah daerah otonom di pulau Sumbawa bagian timur. Tepatnya Kabupaten Bima NTB. Perjalanan menempuh pendidikan ini sungguh penuh dengan perjuangan dan kelelahan.

Saat ini mengakhiri semester empat (4) the final fase of my study. Penelitian yang kuambil kadang belum sepenuhnya aku sadari bahwa biaya begitu besar dan tinggi. Judul Tesis yang kuambil adalah Isolasi dan Identifikasi Senyawa Yang Berpotensi Sebagai Antitumor Dari Alga Coklat (rumput laut Sargassum critaefolium). Ternyata, sungguh menguras energi dan juga kantong kempisku sebagai aparatur yang berpenghasilan pas-pasan. Ulur tangan bantuan Pemda pernah aku terima tetapi hanya cukup untuk membiayai
SPP semata. Itupun aku masih nyari tombokan dari saudara yang memiliki modal lebih. Entahlah...aku masih sangat berharap adan bantuan yang dapat menutupi lobang demi lobang yang kugali dari konsekuensi dari kenekatanku kuliah lagi ini.

Aku sebenarnya, masih memiliki optimisme bahwa Pemda-ku masih belum melupakan seorang aparatnya yang ditugasi belajar (kuliah) lagi ini. Sehingga, napas yang terengah-engah ini masih aku jalani jua.

Aku coba sedkit berbagi dengan pembaca tentang biaya kuliah yang menjeratku, (siapa suruh nekat kuliah lagi...). SPP per semester Rp.5 Jt yang harus lunas diawal semester baru. jatahku empat (4) semester artinya harus ada uang cash Rp. 20 Jt hanya buat SPP. Uang sumbangan fasilitas pendidikan (SFP) Rp. 1,5 Jt dibayar diawal masuk kuliah, Uang program penyetaraan Rp. 1 Jt diawal masuk juga. Praktikum juga membutuhkan Rp. 500 ribu/semester artinya disini harus tersedia Rp. 2 Jt buat jaminan bisa ikut praktikum. Sebelum aku bisa gabung ikut kuliah harus lulus dulu test potensi akademik (TPA) Bappenas dengan skor nilai minimal 450 point. Biayanya Rp. 300 ribu/test. Nilai TOEFL harus diatas 450 point pula dengan biaya Rp.150 ribu/test.

Biaya buku-buku sebagai pendukung utama perkuliahan sungguh besar pula. Untuk biaya ini aku luput menghitungnya, hanya gambarannya saja setiap semester minimal 5-6 mata kuliah yang harus ditempuh dengan setumpuk tugas makalah dan presentasinya. Satu mata kuliah biasanya terdiri dari 2-3 orang dosen pembina. Masing-masing dosen juga mempunyai tugas sendiri-sendiri. Bayangkan sendiri bagaimana susahnya mengatur biaya bulanan yang hanya mengandalkan gaji pasif semata. Disini, modal utama adalah kesabaran.

Biaya penelitian sanat mahal deh. Mulai dari pengadaan sampel alga coklat, eksraksi dengan berbagai pelarut bahan kimia yang mahal-mahal pula. Aku menggunakan 3 pelarut yaitu metanol (polar), aseton (semipolar) dan kloroform (nonpolar). Untuk harga sedikit info saja deh metanol Rp.720 ribu/liter, aseton Rp. 420 ribu/liter dan kloform Rp. 800 ribu/liter. Aku membutuhkan sekitar 4-5 liter dari masing-masing bahan pelarut tersebut. Tinggal dikalikan saja deh....

Setelah ekstraksi, masuk tahap isolasi dan identifikasi senyawa menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), pereaksi warna, dan HPLC. Ini juga menjadi catatan termahal dari rangkaian penelitian ini. Setelah fase tersebut maka ekstrak diujikan pada larva Artemia salina(udang renik) untuk mengetahui potensi daya toksiknya. Dari 3 ekstrak ini diambil yang paling toksik untuk diuji lanjut dengan uji anti proliferasi sel kanker rahim (servik) yaitu sel Hela. Sela Hela juga mahal bo...dan hanya ada di laboratorium biomedik Fakultas Kedokteran. Mahal...mahal....???

Oh iya...selama kuliah mau gak mau arus indekost pula. Biaya kost standart di kota Malang adalah Rp.150 ribu /bulan. Coba dikalikan 2 tahun alias 24 bulan. Sekitar Rp. 3.6 Jt. Belum biaya makan minum sehari-hari yang gak bisa ditawar-tawar itu. Akhirnya, memang kuliah membuat kita merana dan menggaruk kepala lebih keras lagi. Capek deh...?

Terkahir, biasanya beban penyusunan tesis menjadi penuntas dari semua kebutuhan biaya ini. Ujian dan seminar juga tidak gratis deh. Ah....?

Aku kuliah mengambil program magister bioteknologi perikanan di salah satu perguruan tinggi negeri ternama dikota bunga Malang.

Oh iya...buat teman-teman yang ingin study lanjut dari Pemda coba pikir-pikir matang lagi deh. Jangan sampai mundur ditengah jalan yang penuh ketidakpastian. Siapkan bekal utama yaitu kesabaran yang tinggi.

Terakhir, sebagai rahasia semata dari semua biaya yang kusebut tadi aku baru mendapat suntikkan dari Pemda-ku Rp. 18 Jt dengan 2 kali pencairan. Asumsiku sekitar 30 % dari semua biaya yang menjadi beban ini. Kemarin, saat audiensi dengan Bapak Bupati katanya untuk SK tugas belajar Pemda dijatah sekitar Rp. 40 Jt. semoga saja segera bisa direalisasikan ya...

Harapan terakhir memang adalah keprihatian dan kepedulian dari Pemda-ku sangat kuharapkan untuk mengulur bantuan secukupnya lagi agar aku bisa menuntaskan semua agenda ini. Kemudian dengan segala kemampuanku nanti aku bermaksud mendedikasikan seluruh apa yang kudapat ini bagi pengabdian pada daerah (Pemda) yang kucintai ini. Sebagai balasan setimpal bagi jerih payah yang telah dihaturkan...

Catatan ini hanya sedikit berbagi uneg untuk pengalaman semata agar kita bisa mengambil pelajaran berharga bagi sebuah perjuangan kehidupan dan pengabdian pada tanah leluhur tercinta. Tampa bermaksud untuk merusak nama baik siapapun. Semoga kita tetap dalam lindungan-NYA. Amin.

Akhir, semoga apapun adanya kita bisa memberikan sumbangsih yang besar pada daerah tercinta.

fahry
seorang mahasiswa.
Read More......

Sape Dalam Gambar

Menilai kemajuan suatu daerah memang membutuhkan banyak parameter yang komprehensif. Tetapi sedikit informasi untuk suatu daerah kecamatan Sape Bima NTB yang mulai berbenah dan bahkan ada opini yang terus berkembang untuk memekarkan diri menjadi daerah otonom baru. Sebagai gambaran singkatn berikut ditampilkan berbagai sudut Kecamatan sape dan sekitarnya dalam gambar. Moga memberi manfaat informatif sebagai dasar untuk menilai apakah memang ayak (feasible) untuk menjadi daerah pemekaran baru.



Peta Bima dan Sape


Desa Pesisir Bajo Pulo Sape

Puskesmas Plus Sape

Tempat Pendaratan dan Pelelangan Ikan Sape

Villa ToroWamba Beach Sape

Terminal Bus AKAP Sape

Pantai Pasir Putih Sape

Pelabuhan dan Armada Penyeberangan Ferry Sape

Pantai Limbu Bajo Pulo sape

Armada Ferry Penyeberangan Antar Pulau Sape

Gedung Serba Guna Sape

Sore di Pantai Sape

Benhur Alat Transportasi Tradisional Sape

Bank BNI dan ATM Centre Sape

Masjid Besar Al Munawwarah Sape

UPT Dikbud Sape

Masjid Jami Sape

Gedung Serba Guna Sape

SPBU Sape

Suasana Pelabuhan Sape


Read More......

Jumat, 25 Desember 2009

Karikatur Indonesia Kini

Kehidupan adalah gerak dinamika kita dalam merespon realitas dan menggapai harapan. Kadang, semua itu bisa kita buat dalam gambar profil berbentuk karikatur semata. Hidup ini hanya sandiwara yang setengah nyata dan setengahnya lagi maya. Simak karikatur kekinian Indonesia kita.

Blogger Indonesia Club

Uanglah sumber masalah hidup ini

Kasus ini harus tuntas....?

Mirip gak sich ?

Bulan madu terasa racun ?

Awasss.....mereka gentayangan.

Keceran atuhhh...pak ?

Lebih cepat lebih baiklah...?

Sinetron kekuasaan

Berrrrrr aku bingung neh ?

Bersaudara yang lagi kuasa.

Tragedi demokrasi

Obat kuat neh....?


Membangkrutkan kita ?

Kenduri Century

Read More......

HUTAN KITA TERANCAM.


bY. fahri*
* pencinta hutan dunia.

Tulisan singkat ini mencoba mengingatkan kita semua akan keberadaan hutan-hutan kita yang kian menyusut luasnya. Sebelumnya, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis hutan yang ada disekitar kita sehingga kita dapat berperan serta dalam menjaga dan melindunginya dari ketamakan yang ada. Inilah beberapa jenis hutan yang masih ada disekitar kita.

Tipe hutan berdasarkan potensi pengelolaannya

1. Hutan Pegunungan Campuran (Mixed Hill Forests)
Jenis hutan ini sangat penting berkenaan dengan hasil kayunya. Ini meliputi sekitar 65% dari seluruh hutan alam Indonesia. Di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera hutan ini didominasi oleh suku dipterocarpaceae, jenis kayu terpenting di Indonesia. Di Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya yang bersifat lebih kering, jenis-jenis penting adalah Pometia spp., Palaquium spp., Instia palembanica dan Octomeles

2. Hutan Sub-montana, Montana dan Pegunungan
Hutan ini terdapat di daerah daerah Indonesia dengan ketinggian antara 1.300 m sampai 2.500 m di atas permukaan laut di mana spicies Dipterocarpaceae jumlahnya lebih sedikit. Suku yang dominan adalah Lauraceae dan Fagaceae.

3. Savana/Hutan Bambu/Hutan Luruh/Hutan Musim Pegunungan
Jenis hutan ini tidak laus wilayahnya. Padang rumput savana alami terdapat di Irian Jaya, berasosiasi dengan Eucalyptus spp, di Maluku berasosiasi denga Melauleca dan di Nusa Tenggara berasosiasi dengan Eucalyptus alba. Hutan luruh terdapat pada ketinggian sekitar 100 m, memiliki genera yang tidak ada di hutan hujan seperti Acacia, Albizia dan Eucalyptus. Pembakaran berabad-abad telah menghasilkan spesies dominan tunggal seperti jati (Tectona grandis) di Jawa, Melauleca leucadendron di Maluku dan Irian Jaya, serta Timonius sericeus, Borassus flabellifer dan Corypha utan di Nusa Tenggara. Hutan jati di Jawa dibangun hampir 100 tahun yang lalu. Hutan musim pegunungan terdapat pada ketinggian di atas 100 m.

4. Hutan Rawa Gambut
Terdapat hanya di daerah-daerah yang iklimnya selalu basah khususnya di Sumatra, Kalimantan, dan Irian Jaya yang mencakup luas 13 Juta ha atau 10 % dari luas seluruh hutan. Spesies yang terpenting adalah Gonystylus bancanus di Kalimantan dan Camnospermae macrophylum di Sumatra

5. Hutan Rawa Air Tawar
Luasnya sekitar 5,6 juta ha, terdapat di pesisir Timur Sumatra, pesisir Barat Kalimantan dan di beberapa wilayah di Irian Jaya. Generanya sama dengan hutan hujan bukan rawa. Di Irian Jaya rumpun pada hutan jenis ini didominasi oleh sagu.

6. Hutan Pasang Surut
Hutan bakau (mangrove) adalah bagian yang penting dari hutan pasang surut, luasnya sekitar 4,25 juta ha. Hutan bakau terutama terdapat di Kalimantan, Sumatera, Irian Jaya dan kepulauan Aru, dan sedikit di Sulawesi bagian Selatan serta Jawa bagian Utara. Rhizophora, Avicenia, Sonneratia dan Ceriops adalah genera utamanya

7. Hutan Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjo yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob.
Hutan mangrove juga merupakan habitat bagi beberapa satwa liar yang diantaranya terancam punah, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatranensis), bekantan (Nasalis larvatus), wilwo (Mycteria cinerea), bubut hitam (Centropus nigrorufus), dan bangau tongtong (Leptoptilus javanicus, dan tempat persinggahan bagi burung-burung migran.

Beberapa jenis mangrove yang terkenal:
- Bakau (Rhizopora spp.)
- Api-api (Avicennia spp.)
- Pedada (Sonneratia spp.)
- Tanjang (Bruguiera spp.)

Peran dan manfaat hutan mangrove :
> pelindung alami yang paling kuat dan praktis untuk menahan erosi pantai.
> menyediakan berbagai hasil kehutanan seperti kayu bakar, alkohol, gula, bahan penyamak kulit, bahan atap, bahan perahu, dll.
> mempunyai potensi wisata
> sebagai tempat hidup dan berkembang biak ikan, udang, burung, monyet, buaya dan satwa liar lainnya yang diantaranya endemik.

Jika hutan mangrove hilang : + abrasi pantai + dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan +dapat mengakibatkan banjir + perikanan laut menurun +sumber mata pencaharian penduduk setempat berkurang

Agroforestri

" Agroforestri adalah suatu nama kolektif untuk sistem-sistem penggunaan lahan teknologi, dimana tanaman keras berkayu (pohon-pohonan, perdu, jenis-jenis palm, bambu, dsb) ditanam bersamaan dengan tanaman pertaian, dan/atau hewan, dengan suatu tujuan tertentu dalam suatu bentuk pengaturan spasial atau urutan temporal, dan didalamnya terdapat interaksi-interaksi ekologi dan ekonomi diantara berbagai komponen yang bersangkutan" (Nair, 1989). Definisi lainnya ?

Lahan Basah (wetlands)

Lahan basah adalah suatu wilayah yang tergenang air, baik alami maupun buatan, tetap atau sementara, mengalir atau tergenang, tawar asin atau payau, termasuk di dalamnya wilayah laut yang kedalamannya kurang dari 6 m pada waktu air surut paling rendah.
Situs lengkap tentang lahan basah : Wetlands International dan di Ramsar

Di Indonesia, lahan basah utama diklasifikasikan sebagai berikut :
Rawa
Hutan mangrove
Terumbu karang
Padang lamun
Danau Muara
Sungai
Sawah
Tambak dan Kolam garam

Luas lahan basah di Indonesia sekitar 38.000.000 ha, terluas di Asia :

Manfaat Lahan Basah :
- mencegah banjir.
- mencegah abrasi pantai
- mencegah intrusi air laut
- menghasilkan material alam yang bernialai ekonomis, seperti kayu, bahan obat-obatan, dsb
- menyediakan kebutuhan manusia akan air minum, irigasi, mck, dsb.
- sebagai sarana transportasi
- sebagai lokasi pendidikan dan penelitian

Ayo lindungi hutan dan jadilah bagian penting dari penyelamat kehidupan di bumi kita.

Salam. Green Peace.

NB. Sumber : Agenda 21 Indonesia, Kalender Lingkungan Hidup Indonesia, dan dari banyak sumber bacaan lainnya.

Read More......
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Mengenai Saya

Foto saya

elfahrybimantara*  Aktifitas mengajar disiplin bidang kelautan dan perikanan. Konsern dengan dunia kelautan dan perikanan. Senang dengan wisata bahari. Mengabdi di Pemkab Bima NTB. Pendidikan Magister Perikanan di Universitas Brawijaya Malang (strata 2) pada bidang bioteknology perikanan. Mari bertukar informasi. Salam Sahabat Blogger.

My Friend Follow Me

Label

Musisi Cilik

Musisi Cilik
Hidup Seperti Musik Bukan Aturan

AL QUR'AN SPYRITE :

MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN ? (QS. Arrahman:31) (diulang sebanyak 31 kali).
Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates